Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Resto Griya Kula impor masakan langsung dari Cirebon demi orisinalitas dan rasa

Proseleb.com – Penggemar makanan Cirebon aseli di Jakarta kini boleh bersuka ria, karena ternyata di Ibukota sudah ada makanan Cirebon yang benar-benar original baik dari komposisi menu, cara penyanjian, hingga rasa. Heru sang pemilik restoran menggaransinya.
Setiap subuh setia hari masakan Cirebon di bawa dari dapur mengolahnya di kota udang itu dengan menumpang kereta dan hasilnya di Resto Griya Kula yang berlokasi di Gelanggang Renang Bojana Tirta Jakarta Timur setiap hari terhidang makanan aseli Cirebon unutk dihidangkan kepada pelanggan yang selalu meramaikan restoran etnik ini.

“setiap pagi makanan dikirim langsung dari Cirebon menggunakan kereta, kalo soal makanan kita sengaja datangkan dari koki aselinya, soalnya lidah orang Cirebon kalo soal masakan ga bisa dibo’ongin” tutur Heru pemilik restoran sambil menyeruput teh poci favoritnya

 Menurutnya pada awal restoran beroperasi kejadian lucu soal pengiriman sering terjadi, makanan sudah dikirim, tapi karena terlambat beberapa menit makanan terbawa lagi ke Cirebon dan terpaksa
menunggu kereta selanjutnya yang akan jalan ke Jakarta, alhasil siang hari makanan baru ada. Tapi kejadian itu sekarang sudah tak terjadi lagi karena makanan yang di bawa dari Cirebon dikawal khusus oleh seorang petugas dan tak pernah lagi terbawa kekota asal.

Makanan yang disajikan di Griya Kula memang khas Cirebon dan dikenal luasoleh warga Cirebon seperti Ayam Bahagia Mak Konah, Nasi Jamblang Bang Dul, Nasi Lengko, Empal Gentong, Tahu Gejrot, Docang, Sate Kalong, Bubur Sop Ayam Tauco, dan beberapa jenis makanan Cirebon lainnya serta tak ketinggalan Kerupuk Melarat sebagai pelengkap rasa. Bagi yang hanya sekedar nongkrong sambil mengisi waktu juga tersedia makanan hidangan ringan seperti Es Kopyor 4848, Es Duren, Es Tape, Kopi Kanoman hingga Teh Poci gula batu yang setia menjadi teman ngobrol.







Di restoran yang kental suasana Cirebon ini pelanggan memang benar-benar orang yang ingin menikmati makanan Cirebon secara khusus, tak hanya individu yang mencari pengisi perut seketemunya. Posisi restoran yang berada di pojok kawasan kolam renang dengan lahan parkir yangluas membuat konsumen bermobil atau motor tak usah khawatir mengenai lahan parkir dan tak perlu buru-buru menyelesaikan makanan karena takut membuat macet. Disini suasana terasa santai.


Meskipun terkesan sederhana, Griya Kula ternyata menjadi resto langganan menteri banyak kalangan. Liputan mengenai resto Griya Kula baik ditelevisi melalui acara kuliner Bondan’Maknyuss’ Winarno atau diulas oleh media cetak juga menjadi portofolio restoran ini. Jadi jika anda suka makanan orisinal hasil racikan koki asli jangan ragu datang kesini dan nikmati makanan yang disajikan dan jangan bingung jika nanti ketagihan. (azy)

Jumat, 30 Agustus 2013

German Fest "Makanan adalah budaya dasar"

Proseleb.com – Sebuah lembaga penyelenggara persiapan study di  Jerman LAE hari ini (30/8) mengundang Proseleb untuk mencicipi makanan khas Jerman dalam program mereka yang diberi nama German Fest . Lembaga yang bersekretariat di Mendawai Jakarta Selatan ini sengaja menggelar acara guna memperkenalkan makanan khas Jerman bagi pelajar yang akan berangkat ke Jerman setelah mengikuti pendidikan di LAE, sekaligus mengundang alumni Jerman yang rindu makanan yang kerap mereka nikmati saat belajar disana

Berbagai makanan disajikan, antara lain Bratwurst, Kartofeln salat, Gemusee salat, Apfelkuchen, dan tak ketinggalan Bretzel serta berbagai schaft sebagai camilan dan minuman penutup. Merasa asing mendengar istilah tersebut? Tentu saja karena istilah tersebut adalah nama makanan dalam bahasa Jerman yang berarti Sosis, Salat kentang, Salad sayuran, Kue Apel, kue asin dan jus.

Menurut Hanurani Prijanto acara ini diadakan dengan tujuan agar siswa LAE yang akan berangkat ke Jerman lebih gampang beradaptasi dalam hal makanan

 “ tujuan kita lebih pada memperkenalkan makanan karena makanan adalah budaya paling dasar, dimana-mana kita akan bertemu makanan terlebih dahulu” terangnya

“Nanti anak-anak yang mau pergi ke Jerman akan lebih mudah beradaptasi disana, karena mungkin setelah di Jerman sukar bertemu nasi, disana makanan yang disajikan sebagian besar berupa makanan seperti Roti, Bratwurst, Salad, dan sejenisnya” tambahnya

Hadir dalam acara ini Badan Pengelola-SDM Papua, Siswa-siswa beasiswa Papua, Siswa LAE yang sedang mengikuti kursus bahasa dan Alumni eropa, tak ketinggalan pula alumni Jerman yang saat ini sudah berada di tanah air.

Acara ini memang baru pertama kali di adakan dan dalam acara ini juga diputar film pendek karya siswa LAE yang memperlihatkan progres bahasa mereka serta juga menampilkan musikal perform berupa lagu-lagu yang dinyanyikan kembali dalam bahasa Jerman oleh para siswa LAE. (azy)

Selasa, 20 Agustus 2013

Chef Lengloi : Sajikan Bistik Indonesia untuk makan siang atau malam


Makan siang atau malam dengan Beefstick ala Indonesia bisa jadi ide menu yang baik hari ini, sebenarnya menu ini tak terlalu beda dengan beefstick ala bule hanya saja beefstick alias bistik Indonesia lebih tipis dan tidak dipanggang sebagaimana steak ala barat,..selamat mencoba

Bahan-bahan :
½ kg daging sapi has
2 bh kentang, potong-potong, goreng
100 cc susu cair
30 gm buncis, rebus
4 butir telur, rebus, kupas
1/2 sdt garam
1/2 sdt lada bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdm cuka
2 sdm kecap manis
1/4 sdt lada bubuk
1 sdm mentega
1/2 sendok maizena
200 gram jamur kancing, rebus
Daun selada secukupnya
Air secukupnya untuk melarutkan maizena

Cara membuatnya :

 -Daging sapi dipotong lebar, digeprek, tambahkan kecap, cuka, pala, garam, gula pasir, lada. Balur daging dengan bumbu sambil diremas agar bumbu meresap. Diamkan selama kurang lebih 3 jam.
 -Panaskan mentega dalam wajan hingga panas, masukkan daging, goreng bolak-balik hingga matang lalu  angkat.
-Tuang cuka diwajan yang sama, perendam daging, susu, lada bubuk lalu kentalkan dengan sedikit larutan terigu, didihkan. Angkat.
-Tata daging yang telah dipotong tipis di piring dengan buncis, kentang, telur rebusan.
-Tambahkan Jamur kancing sesuai selera, lalu siram dengan saus

Senin, 19 Agustus 2013

Chef Lengloi ; Sroto Sokaraja si manis nan gurih

 Soto dari Jawa Tengah yang dikenal dengan nama Sroto Sokaraja ini memiliki rasa khas, gurih tapi agak manis. Sambalnya pun berbeda, karena Sroto biasanya dipadukan dengan sambal kacang. Sebagai pelengkap Mendoan alias tempe setengah matang adalah kawan yang tepat..selamat mencoba

 Bahan yang diperlukan :
•    500 grm daging Sapi sandung lamur
•    2000 cc air
•    3 sdk makan minyak goreng, untuk menumis

 Bumbu-bumbu :
•    ½ sendok makan garam
•    2 sendok teh merica bubuk
•    ½ sendok makan gula jawa
•    6 sendok makan kecap manis
•    1 iris jahe (± 2 centimeter)
•    1 iris lengkuas (± 2 centimeter)
•    1 batang serai, memarkan


Bumbu yang dihaluskan :
•    8 buah bawang merah
•    3 siung bawang putih
•    3 butir kemiri
•    Irisan kunyit (± 1 centimeter)

Bumbu Pelengkap :
•    50 gram soun, rendam air panas, tiriskan
•    100 gram tauge pendek, bersihkan, seduh air panas, tiriskan
•    1 batang daun bawang, iris halus
•    1 batang seledri, iris halus
•    3 sendok makan bawang goreng
•    Kedelai, rendam, angkat, tiriskan, goreng
•    Kerupuk merah, goreng
•    Sambal
Cara membuat
1.    Rebus daging hingga empuk lalu angkat dan potong-potong kecil.
2.    Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, tambahkan 3-4 sendok makan kaldu. Tuang tumisan ke dalam kuah kaldu, masak selama ± 15 menit.
3.    Masukkan potongan daging, beri garam, merica, gula, kecap manis, jahe, lengkuas, dan serai. Masak hingga mendidih lalu angkat.
4.    Susun so’un, tauge pendek dan daging didalam mangkuk, siramkan kuah. Taburi daun bawang seledri, bawang goreng, dan kedelai goreng.
5.    Hidangkan dengan kerupuk merah dan sambal dalam tempat terpisah.

Bisa dinikmati oleh 6 orang

Minggu, 18 Agustus 2013

Chef Lengloi; Coto Makassar, lezat dan segar


Menyantap Coto Makassar merupakan sensasi tersendiri, isinya yang padat dengan daging dan variasi lainnya bisa menjadi pilihan menu makan siang anda ditanah air atau makan malam hangat di luar negeri, jika anda tak menyukai jeroan, bahan tersebut bisa ditiadakan..mari mulai memasak

Bahan yang diperlukan :

    500 gram daging sapi
    500 gram babat, rebus matang
    300 gram hati sapi, rebus matang


Bumbu-bumbu

    5 btg serai, memarkan
    4 cm lengkuas, memarkan
    2 cm jahe, memarkan
    5 lbr daun salam
    250 gr kacang tanah, goreng haluskan
    2,5 ltr air cuci beras/tajin
    1 sdk mkn bumbu kaldu bubuk rasa sapi
    6 sdk mkn minyak sayur


Bumbu halus :

    10 siung bawang putih
    10 siung bawang merah
    10 cabai keriting direbus sejenak
    100 gram tauco,ditumis dgn 6 sendok makan minyak sayur hingga matang, ditambahkan garam dan gula merah.
    8 butir kemiri sangrai
    1 sendok makan ketumbar sangrai
    1 sendok teh jinten sangrai
    1 sendok teh garam dan 1 sendok teh merica butiran


Bumbu Pelengkap :

    bawang goreng
    irisan daun bawang
    irisan seledri
    sambal taoco

Cara Membuat Coto Makassar

    Rebus daging sapi, babat dan hati, masukkan serai, lengkuas, jahe dan salam setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu. Jerohan sapi matang, potong dadu. Sisihkan.
    Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan kedalam kaldu, tambahkan kacang tanah goreng, didihkan.
    Penyajian, siapkan mangkuk, isi dengan daging dan jerohan beri kuahnya, taburi bawang goreng, irisan daun bawang dan seledri sajikan dengan buras dan sambal taoco.
    Sajikan hangat dengan ketupat sebagai pengganti nasi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More