Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mancanegara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2013

Rowan "Mr.Bean" Atkinson kini mualaf dan menjadi muslim

Proseleb.com - ROWAN Atkinson, atau lebih dikenal sebagai Mr Bean diberitakan masuk Islam. Siapa sebenarnya Mr Bean? Sebastian Atkinson, lahir 6 Januari 1955. Ia dilahirkan di Consett, County Durham pada 1955dari keluarga Eric Atkinson, seorang petani dan direktur perusahaan. Menurut The Observer, ia adalah salah satu dari 50 orang terlucu di Inggris.

Rowan bersekolah di Durham Choristers School, kemudian St Bees School, dan mempelajari teknik elektro di Newcastle University. Ketika di sekolah, ia sekelas dengan mantan perdana menteri Tony Blair. Ia kemudian meraih gelar M.Sc. dari Queens College, Oxford.

Sejauh ini media-media mainstream di Inggris belum banyak memberitakan peristiwa Syahadatnya Rowan akan tetapi sebagian media Arab sudah menurunkan berita Rowan sudah jadi mualaf, memeluk agama Islam

Hingga saat ini memang belum ada pernyataan dari Mr. Bean ketika ditanya media, hanya mengangkat jari saja sebagai isyarat dia bersyahadat. Seabagai sebuah hak mendasarpersoalan agama memang menjadi hal yang tertutup didunia barat, dan tak ada kewajiban untuk mencantumkan agama sebagaimana halnya di Indonesia pada kartu identitas warga negara di negara-negara barat tersebut.

Menurut media yang sempat mempelajari motivasi pindahnya keyakinan Mr. Bean adalah pengalaman religius setelah  Mr Bean menonton film fitnah tentang nabi Muhammad SAW "Innocent of Muslim" dan hidayah dari tontonan itu ternyata menjadi penyebab utama dirinya memantapkan hati pada keyakinan barunya.

Rowan Atkinson mulai muncul di televisi pada acara Not the Nine O’Clock News, diikuti dengan The Black Adder, dan kemudian Mr. Bean. Atkinson telah membintangi iklan untuk Hitachi, Fujifilm, donor darah, dan Barclaycard. Selain itu ia muncul dalam film-film Never Say Never Again, Four Weddings and a Funeral, The Lion King, Rat Race, Love Actually, Scooby Doo dan memainkan peran utama dalam Bean, Mr. Bean’s Holiday, dan Johnny English.(Azy)

Rabu, 18 September 2013

World Muslimah Award, and the winner goes to..


Proseleb.com – Grandfinal 3rd Annual World Muslimah  Award sukses dilaksanakan kemarin malam (rabu, 18/9). Dalam kontes yang diikuti 20 peserta dari 6 negara ini akhirnya telah terpilih seorang pemenang setelah mengalami berbagai jenis babak penyisihan.

Bertindak sebagai juri terdapat Inneke Koeserawati, Puan Jameeya, Sandrina Malakiano dan Farhana Ahmed akan tetapi pemilihan pemenang diserahkan kepada 100 juri yang merupakan anak yatim penghazal Alqur’an dengan menggunakan sistem vote lock.

Setelah melewati babak penyisihan, akhirnya dipilih para pemenang ajang World Muslimah 2013. Lima peserta yang tersisa harus bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Ke 5 orang kontestan itu adalah Putri Virginia (Indonesia), Evawani Efliza (Indonesia), Masoumeh Ebrahimi (Iran), Obabiyi Aishah Ajibola (Nigeria) dan Noor Aspasia (Indonesia).

Dari lima peserta yang tersisa Evawani dari Indonesia dan Obabiyi dari Nigeria dan puncaknya anak-anak yatim melakukan pemilihan dengan hasil akhir  Obabiyi mendapat 65 % suara dan memenangi World Muslimah Award 2013.

Mendengar namanya disebut sebagai pemenang Obabiyi terlihat terharu dan dan menjatuhkan diri bersujud syukur dan dalam speech pertamanya sebagai penyandang World Muslimah dia berbicara sambil terisak dan melafalkan Al Fatehah sebagai doa pembuka menujutuganya sebagai duta muslimah. (azy)

Senin, 16 September 2013

Grand Final World Muslimah digelar besok malam

RR.Tasya Putri Wulandari Finalis WM 2012
Proseleb.com – Malam final World Muslim 2013 akan digelar esok malam  di Balai Sarbini Jakarta, Para peserta akan menunjukkan kemampuan masing-masing untuk memenangi mahkota World Muslimah. Menjelang perhelatan nanti malam, Proseleb.com berkesempatan mewawancarai RR. Tasya Putri Wulandari, finalis World Muslmah 2012 yang juga merupakan pemenang spesial kategori The Most Innovative Muslimah 2012

Menurut Tasya ada beberapa hal yang membedakan World Muslimah dengan Missworld yang juga digelar pada tahun yang sama di Indonesia

 “Yang membedakan dengan Miss World adalah kita menunjukan wanita muslimah dengan nilai-nilai dan prestasi yang mereka miliki tanpa harus membuka aurat, disini yang dikompetisikan adalah value diri dari pribadi muslimah tersebut dan juga prestasi dari bidangnya masing” paparnya

Dalam proses penggemblengan menurut Tasya yang ditekankan bukanlah soal kecantikan dan penampilan saja, akan tetapi lebih pada pendalaman agama

“Selama di karantina kita lebih ditekankan keaktivitas mengaji, karena di opening grand final selalu dimulai dengan mengaji, dan selama karantina pembelajaran agama lebih banyak, kalo soal fashion itu lebih untuk kebutuhun panggung aja, tapi nilai karantina lebih ke penanaman nilai, kayak pesantran kilat gitu”papar Tasya

Menurut Tasya yang paling berkesan adalah dapat bertemu dengan muslimah-muslimah hebat, orang-orang hebat, apalagi karena menang, jadi dirinya mendapatkan kesempatan untuk ke Saudi Arabia dan bisa bertemu muslimah seluruh dunia, bertukar pendapat dan menyebarkan bahwa muslimah Indonesia itu tidak kuno atau dipandang sebelah mata dan punya prestasi untuk
ditunjukkan keseluruh dunia

Menurutnya World Muslim tahun ini lebih berat daripada tahun lalu, baik dari segi kepesertaan maupun thema yang diangkat

“World Muslimah seru banget soalnya peserta dari negara lain juga lebih banyak, jadi ga sabar siapa yang bisa memenangkan, dan untuk tahun ini themanya lebih ke humanity, lebih berat dan pesannya lebih global, soalnya kalo tahun lalu itu lebih ke islam itu cantik, islam itu damai jadi lebih ke beauty kalo sekarang lebih ke humanity”

Tasya yang tahun lalu ikut serta setelah browsing dan mendapat semangat dari salah satu temannya yang pernah menjadi pemenang ditahun sebelumnya berharap agar yang terpilih merupakan yang terbaik dan mampu menjadi muslimah yang menjadi contoh bagi muslimah seluruh di dunia.(azy)

berita terkait WM 2013  http://www.proseleb.com/2013/09/annual-award-world-muslimah-langkah.html

Rabu, 11 September 2013

Anugerah Planet Muzik 2013, bertabur bintang Indonesia

Proseleb.com - Ajang penghargaan bergengsi Anugerah Planet Muzik (APM) 2013 yang untuk ke-12 kalinya, seger digelar di Suntec Singapura pada hari Jumat (18/10) malam. Sebuah perhelatan yang akan memberikan pengakuan terhadap para artis dan musisi se-rumpun Melayu, baik dari Singapura, Indonesia dan Malaysia untuk meraih penghargaan terpopular dan terbaik.

Menurut Ms. Zakiah Halim, Wakil Presiden MediaCorp Malay Broadcast Division, sistem penilaian akan dibagi menjadi dua. Pertama diserahkan kepada juri terpilih. Kedua, akan dilakukan sistem voting yang akan dilakukan oleh media dan masyarakat sebagai penikmat musik. "Pada tahun ini, kami menerima 366 pencalonan dari Singapura, Indonesia dan Malaysia. Namun hanya ada 18 penghargaan yang akan diberikan." ungkapnya saat konferensi pers di Kemang, Selasa (10/9).

Penghargaan ini akan disiarkan langsung di Suria (Singapura), Ria 89.7 FM dan Wanna FM 94.2 FM (Singapura), Astro Ria (Malaysia dan Brunei Darussalam), dan Net Media (Indonesia) pada pukul 20.30 waktu Singapura. Zakiah berharap musik melayu dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari masyarakat.


Dari 18 penghargaan yang diperebutkan para nominator dari 3 negara, Singapura, Indonesia dan Malaysia. Musisi Indonesia yang masuk nominasi di Anugerah Planet Muzik 2013, NOAH paling banyak masuk nominasi, yakni Band Terbaik, Lagu Terbaik (Indonesia), Artis Serantau Paling Popular, Lagu Serantau Paling Popular, dan Ikon Media Sosial. Berikutnya disusul Cakra Khan dan Agnes Monica yang masuk di empat nominasi.

Sementara Bunga Citra Lestari masuk di tiga nominasi, kemudian ada Truth yang merupakan duet Titi DJ dan Ruth Sahanaya, Kotak, Rossa, dan Maudy Ayunda masuk di dua nominasi. Sedangkan yang masuk satu nominasi, Glenn Fredly, Vidi Aldiano, Citra Scholastika, Gigi, Judika, Nicky Astria, Sherina Munaf, Tangga, dan Tompi. (azy)

Nasyid Bana hibur pengunjung World Muslimah di FX


Proseleb.com – Ketika Manusia tiada, jiwa dan raga telah berpisah, Tubuh ini kan jadi saksi, perbuatan insan didunia, Ketika kebaikan terucap dan iman telah melingkarinya disanalah tempat bertemu, ahli surga dan Rasul Allah..selamanya.. Demikianlah penggalan sholawat yang dibawakan oleh Nasyid Bana dipanggung press conference 3rd Annual Award World Muslimah 2013.

Kang Bana demikian Ustaz yang fasih bernasyid ini dipanggil memang seringkali diminta mengisi acara religi, tak hanya sebagai penyanyi nasyid, tetapi juga pendakwah hebatnya peran ini tak hanya dijalaninya di tanah air, popularitasnya sebagai pendakwah dan vocalis nasyid masyur sampai ke negeri beton, Hongkong.

Menurut Kang Bana keterlibatannya pada event ini adalah atas permintaan teman yang sering memintanya mengisi acara di televisi

“Kebetulan ada temen-teman dari media yang sering saya isi acaranya di televisi, beliau mengnotak saya, bisa ngga isi acara disini, jika misalnya diperlukan tenaga dan pikirannya diacara ini” terangnya

Dikelilingi puluhan wanita cantik dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri, Bana mempunyai kiat jitu agar tak merasa rikuh selama dirinya terlibat dalam perhelatan yang melibatkan banyak wanita muslim nan cantik dan menarik ini

“Sebenarnya masalah rikuh atau tidak tergantung dari moodnya ya, tapi sebenarnya kita kan sudah terbiasa di Hongkong, dengan jemaah  semuanya perempuan yang jumlahnya lebih banyak daripada disini, Insya Allah selama kita bisa jaga niat dan hati serta banyak-banyak istighfar semua baik-baik saja”

Sebagaimana orang lain, Kang Bana pun mempunyai kandidat yang diunggulkan, meskipun tak membeberkan kriteria yang harus dipenuhi, Kang Bana ternyata mempunyai jagoan dalam gelaran ini

“Kalo saya mengunggulkan peserta dari dalam negeri saya unggulkan dari Jawa Tengah gitu yaa,  tapi kalo dari luar negeri ya, dari Bangladesh” ujarnya sambil tertawa.

Rencananya Kang Bana juga akan ikut membantu memeriahkan malam final World Muslimah yang akan dilaksanakan di Balai Sarbini tanggal 18 September nanti (azy)

Senin, 09 September 2013

Annual Award World Muslimah 2013 siap digelar minggu ini


Proseleb.com – Hari ini Selasa, 10 September 2013 panitia pelaksana 3rd Annual Award World Muslimah 2013, mengundang media untuk hadir dalam press konference yang akan dilaksanakan di sebuah mall di wilayah Sudirman, Jakarta Selatan

World Muslimah merupakan ajang kompetisi made in Indonesia untuk dunia serta diikuti oleh remaja muslimah mancanegara yang telah berhijab, berusia 18-27 tahun, pandai mengaji Al Qur’an dan berprestasi di bidang akademik, olahraga atau seni dan budaya.

Menurut panitia penyelenggara, peserta yang akan datang adalah peserta yang telah terseleksi setelah bertanding dalam babak penyisihan. 20 finalis telah terpilih dan siap mengunjungi Jakarta dan Jawa Barat untuk mengikuti serangkaian kegiatan sosial, keagamaan, seni dan budaya peserta selama ini karantina di kawasan wisata spiritual Masjid As Saadah Lembah Sari Mas danmengikuti  fun game outbond bersama  anak yatim di Ciater Spa Subang Jawa Barat, mengikuti Hijabers Fun Walk di Car Free Day Sudirman bersama kaum hijabers se Jabodetabek serta mengikuti workshop kepribadian dan pembentukan karakter Islami.

Penganugerahan Penghargaan World Muslimah 2013 diselenggarakan dalam rangka penggalangan dana peduli Muslimah Indonesia dan mancanegara yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian semua pihak untuk diberikan pendidikan layak, pemberdayaan dan penghargaan untuk generasi unggul serta kualitas hidup lebih baik.

Adapun acara ini akan di hadiri oleh 20 finalis dari dalam dan luar negeri, CEO sekaligus Founder World Muslimah Foundation, dan juga beberapa juri dalam ajang ini yang salah satunya adalah Ineke Koesherawati. (azy)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/09/tak-hanya-miss-world-kita-juga-punya.html

Rabu, 04 September 2013

Afghan masuk nominasi World Best Male Artist di World Music Awards

Proseleb.com - Penyanyi Pria berlesung pipit Afgan Syahreza menjadi satu-satunya penyanyi solo pria asal Indonesia yang mendapat tempat di World Music Awards untuk kategori World Best Male Artist.

Masuknya Afghan dalam ajang bergengsi tersebut menunjukkan bahwa dunia musik di Indonesia memang belum sepenuhnya kolaps, meskipun banyak keluhan dari penggiat musik dan industri musik bahwa saat ini mencari uang lewat musikdi Indonesia bagaikan menabur uang kedalam lautan. Bagaimana tidak saat ini semua karya cipta dibajak dan diedarkan secara terang-terangan, belum lagi banyak lagu yang dibuat menyerupai lagu barat yang saat ini sedang ngetop di masyarakat.

Prestasi Afghan ini tentu saja merupakan hal yang wajar mengingat konsistensi dan kerja kerasnya dalam memilih lagu dan membawakan lagu selalu dilakukan secara prima dalam setiap penampilannya.

Adapun komentar Afghan saat ditanya tentang masuknya ia dalam nominasi World Music Awards untuk kategori World Best Male Artist "Speechless, saya merasa bangga Indonesia sudah mulai dilirik oleh industri musik luar. Hopefully saya bisa dateng ke acaranya," kata Afgan saat ditemui dikawasan Kemang, Rabu lalu

"Saya sih enggak mikir sampai menangnya. Masuk nominasi aja udah achievement . Saya bisa nunjukin ke Indonesia," tambah Afgan.

Bagaimanapun juga dunia telah melirik lagu-lagu Afghan dan semoga juri berbaik hati dan memilih Afghan sesuai dengan kategori lagu yang dibawakannya. (azy)

Selasa, 03 September 2013

Star Nasheed, puaskan penggemar sholawat di Hongkong

Proseleb.com - Lantunan sholawat dan musik religi menggema dari panggung sebuah gedung di Fortress Hill Hongkong, Ahad pagi 1 September kemarin. Para penonton yang didominasi oleh wanita terlihat begitu khidmat menyelami makna syair yang dilantukan oleh Star Nasheed yang digawangi oleh H. Muidz, Bana, Deni dan Jundhy.

“Ya, mereka adalah Star Nasheed Hongkong, ini adalah konser mereka yang kedua” terang Anty salah satu penggemar Star Nasheed

“ Alhamdulillah, saya menyukai sholawat dan apa yang mereka bawakan bagai hawa segar diantara kepenatan kami selaku pekerja rumah tangga di Hongkong” lanjutnya

Group yang pada bulan Maret lalu merilis album “Kayao Sholawat” itu memang sudah tidak asing lagi bagi kalangan buruh migran Indonesia yang ada di Hongkong, sebab sebelum mereka membentuk group, masing-masing personil group ini sudah menjadi performer langganan para penggiat dakwah di negeri beton itu.

“ Ada yang sejak tahun 2007, ada juga yangbaru tahun lalu menginjakkan kaki ke kampung Jacky Chan” jelas Bana pelantung sholawat dan lagu Islami itu.

Star Nasheed beranggotakan musisi dan pendakwah yang berasal dari tanah air, mereka adalah Ustaz Mu’id (Gresik), Kang Bana (Jakarta), Deni (yogyakarta), Jundhy (Depok) dan secara simultan beberapa anggota group ini juga sering diundang ke hongkong unutk memberikan tauziah bagi muslimah Hongkong.(azy)

Berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/star-nasheed-besok-192013-syiar-di.html

Sabtu, 31 Agustus 2013

Star Nasheed, syiar di Hongkong

Proseleb.com - Bagi penggemar sholawat di Hongkong, Nama Star Nasheed atau SNHK sepertinya bukan hal yang asing lagi bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di Hongkong. Group yang digawangi oleh Ustaz Mu’id (Gresik), Kang Bana (Jakarta), Deni (yogyakarta), Jundhy (Depok) ini akan menggelar pementasan Nasyid di Gedung Fortress Hill, dengan tajuk “Ya Hana” yang diambil dari judul album mereka. “kayao Sholawat” ujar Kang Bana selaku personel yagn hadir terlebih dahulu di Hongkong khusus untuk mempersiapkan acara yangakan digelar pada hari Minggu, 1 Septermber 2013.

Menurut keterangan Ustaz Bana segala sesuatu menyangkut persiapan sudah dilakukan dan ia optismis bahwa acara ini akanberlangsung dengan lancar

“Persiapan kami alhamdulillah sudah oke, tinggal malam ini kita latihan di penginapan bersama teman-teman, karena ada yang baru tiba di Hongkong sore ini” terangnya

Acara ini diselenggarakan oleh gabungan Pekerja Buruh Migran Indonesia (Gaperbumi) yang ada di Hongkong. Acara akan dibagi menjadi dua sessi yaitu sessi pagi jam 10.00 – 13.00 dan sessi siang jam14.00 – 17.00 waktu Hongkong, demikian penjelasan penyelenggara Ibu Nari, yang merupakan ketua Gaperbumi yang bertekad mensyiarkan shalawat di negeri Beton tersebut.

Lebih lanjut ustaz Bana mengharapkan agar jalinan antara Star Nashees dan dan organisasi-organisasi pengajian tidaklah terusik dengan berita terkait selisih paham antara ustaz dari Jakarta dengan ummat di Hogkong.

“Semoga tujuan mulia dari saudari-saudari kita di Hongkong dapat berlangsung secara berkesinambungan sebab bagi saya BMI adalah mujahidah seta asset umat yang perlu didukung oleh kita semua para asatidz.”
.....Barakallah. (azy)

Selasa, 27 Agustus 2013

Ustaz Solmed akhirnya meminta maaf.....

Proseleb.com - Setelah cukup lama terjadi pergesekan antara ustaz Solmed dengan Thoriqul Jannah yang menyeret lembaga keagamaan di Indonesia dan BMI di Hongkong, akhirnya Solmed menyadari bahwa persoalan yang ditimbulkan oleh kata-kata pedas berisi tundingan terhadap penyelenggara dakwah di Hongkong melalui  layar televisi dan media, akhirnya perselisihan semakin mereda menyusul pernyataan Solmed melalui sebuah acara di layar televisi

Dalam acara yang didampingi oleh dua ustaz lainnya Solmed terlihat tidak se-trengginas biasanya, barangkali dirinya memang sudah menyadari akibat tindakan yang dilakukan atau mungkin karena desakan dan  tekanan yang mungkin diterimanya sehubungan dengan meluasnya perselisihan berbau SARA ini.

Jika sebelumnya tampak Solmed ingin menutup perselisihan secara sepihak denganmengatakan bahwa dirinya telah menutup kasus yang terlanjur membola salju ini, kini dirinya menyatakan itikad baiknya untuk menyelesaikanpersoalan ini.

“Kepada teman-teman saudaraku  di Hongkong saya sudah memaafkan. Dan saya juga manusia yang pasti dalam berucap pernah bersalah, mungkin tanpa saya sadari saya juga bersalah, maka sayapun pernah salah saya pun meminta maaf, kepada teman-teman di Honkong, kepada  semua sahabat-sahabat yang selama ini kita seperti orang yang lupa kepada diri kita siapa, maka Bismillah, kata kembali dakwah, kata kembali dakwah di Hongkong, salam untuk semua teman-teman di Hongkong, bravo untuk kalian” ujarnya

Selama ini memang ustaz Solmed terkesan tak ingin meminta maaf, dan setelah banyak pihak menyatakan ketidak puasannya atas tindakannya yang mungkin telah merugikan pihak lain dan memberikan kesan buruk dalam syiar akhirnya ustaz Solmed terlihat mengalah.

Sebelumnya pihak BMI melalui Sringatin menghimbau agar ustaz Solmed meminta maaf kepada BMI, bahkan Ustaz Bana yang dalam setahun bisa puluhan kali ke Hongkong dan memberi tauziah selama berminggu-minggu setiap kali datang ke Hongkong pun menghimbau agar Ustaz Solmed segera meminta maaf agar persoalan selesai.

Semoga saja kali ini semua pihak berlapangdada dan saling mengkoreksi diri agar kejadian seperti ini tak terulang lagi dimasa mendatang. (azy)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/ustaz-bana-himbau-solmed-nyatakan.html

Siti KDI lahirkan anak pertama di Turki


Proseleb.com - Pedangdut Siti KDI yang saat ini mengikuti suaminya di Turki berbagi kabar bahagia, Siti yang merupakan adik kandung Cici Faramida inimengabarkan bahwa dia telah  melahirkan anak pertama pada 21 Agustus 2013 lalu di Liv Hospital Istambul, Turki.

Siti yang menikah dengan menikah dengan Cem Junet pada Juni 2011, memang memilih untuk tinggal bersama suaminya di Turki. Dua tahun menetap di negara sang suami, Siti pun akhirnya berbagi kabar bahagia tersebut

Awalnya Siti ingin merasakan  kelahiran normal sebagaimana ibu-ibu lainnya, akan tetapi ia terpaksa mengurungkan niatnya melahirkan secara normal karena mengalami masalah dengan tulang belakangnya.

"Lahiran caesar. Awalnya mau normal tapi tiba-tiba kena HNP, syaraf kejepit di bagian tulang belakang,"terang Siti.
"Rencana melahirkan normal tanggal 27 Agustus, tapi dikarenakan ada masalah dengan HNP maka dimajukan jadi tanggal 21 Agustus dengan caesar jam 20:23," lanjutnya.

Menurut Siti, sebelumnya dokter memprediksi, bayi perempuan yang lahir dengan berat 3,2 kilogram dan panjang 50 centimeter itu akan lahir pada 27 Agustus. Akan tetapi melihat keadaan bayi yang sudah siap lahir, akhirnya diputuskan untuk caesar.

Jumat, 23 Agustus 2013

Ustaz Bana himbau Solmed nyatakan permintaan maaf

Proseleb.com - Persoalan Ustaz Solmed dan Thoriqul Jannah di Hongkong yang tak kunjung usai dan semakin bergulir bak bola saju kini memang sudah merambat kemana-mana. Sekian banyak pihak berbicara menanggapi kasus ini dan tak kurang dari organisasi resmi seperti MUI, Persatuan Dai hingga FPI menyatakan sikapnya terhadap apa yang dilakukan oleh Ustaz Solmed

Berbicara soal dakwah di Hongkong, sebenarnya yang lebih kredibel adalah seorang Ustaz muda bernama Bana, Ustaz yang juga sering menyanyikan lagu berirama Nasyid ini adalah salah satu Ustaz yang paling sering ke Hongkong, bahkan hampir setiap bulan Ustaz Bana terbang ke Hongkong untuk memberikan Tauziah kepada muslim Hongkong. Hari ini (23/8), sembari mempersiapkan barang bawaan yang akan dibawa ke Hongkong nanti malam, Bana sempat memberikan komentar atas kasus Solmed

“Memang seharusnya Ustaz Solmed yang seharusnya memiliki watak seorang Ustaz lebih mempunya hati yang lapang, apa salahnya Ustaz Solmed yang sudah mengeluarkan pernyataan melalui televisi dan sosial media meminta maaf kepada umat” tuturnya

“Jenis hubungan manusia itu ada dua, pertama Hablum Minallah, yaitu hubungan pribadi manusia dengan penciptanya dan yang kedua yang tak kalah pentingnya adalah Hablum Minannas, yaitu hubungan manusia dengan sesama,..nah jika menyangkut hubungan manusia dengan manusia maka jalan keluarnya adalah meminta maaf, apalagi bagi ustaz Solmed menyampaikan maaf di televisi adalah hal yang gampang, tinggal adakan pers konference, maka semua beres, jadi saya menghimbau agar beliau tidak mengambang dangan mengatakan ‘semua sudah kita close’..karena pernyataan sepihak dari beliau belum tentu diterima umat,  jadi saran saya minta maaf sajalah, toh setiap orang pasti pernah melakukan kekhilafan.” urai Ustaz Bana

Sebelumnya Sringatin salah seorang perwakilan  Buruh Migran Indonesia di Hongkong menghimbau agar ustaz Solmed meminta maaf kepada TKI di Hongkong karena mengatakan dua hal tak sedap kepada organisasi pekerja di Hongkong terkait masalah mencari keuntungan dan tuduhan komunis. (azy)

berita terbaru http://www.proseleb.com/2013/08/ustaz-bana-himbau-solmed-nyatakan.html

berita sebelumnya...http://www.proseleb.com/2013/08/solmed-gate-makin-keruh-bmi-himbau.html

Rabu, 21 Agustus 2013

Solmed Gate : Pernyataan artis yang berpotensi perkeruh keadaan ??

Proseleb.com - Banyaknya pihak lain yang angkat bicara dan memberikan kesaksian tentang Solmed Gate tidak membuat permusuhan Ustaz versus Umat menjadi lebih baik. Disatu sisi Ustaz Solmed tampak bersikukuh bahwa dirinya bukanlah pernyebab permasalahan dan menunding penyelenggara di Hongkong, disisi lain penyelenggara memberikan klarifikasi versi penyelenggara

Beberapa publik figur yang memberikan pendapatnya tentang kasus ini ternyata memperumit permasalahan, hal itu terjadi karena tidak pahamnya mereka akan persoalan yang sebenarnya dan dam pandangan Proseleb.com pernyataan itu juga didasari oleh rasa simpati mereka kepada sesama selebriti layar kaca, simak saja pernyataan Guruh Soekarno Putera dan Julia Perez yang berhasil di himpung Proseleb.com

 “Pengalaman saya juga kalo membuat pergelaran itu ada panitia-panitia yang suka mengadakan tausiah atau tablig akbar, nah mereka mendekati para ulama atau utstad terseb, dan mereka mengatakan segala sesuatu, akomodasi dan sebagainya sudah ditannggung, tapi sebetulnya kadang-kadang itu tidak demikian, tetapi ketika seperti ustad ini menanyakan haknya seperti apa yang dijanjikan itu bisa juga ternyata dipelintir seolah-olah beliau-beliaunya itu jadi komersial minta dibayar dan sebagainya” papar Guruh dalam sebuah wawancara menjelang persiapan pagelaran Srimimpi garapannya

Sementara tak kalah lantang dari Guruh, Julia Peres yang mungkin mengira ustaz Solmed mengeluarkan biaya sendiri untuk ke Hongkong mengeluarkan pendapat yang cenderung tidak terlalu menyambung dengan persoalan sebenarnya dan cenderung melihat bahwa ustaz adalah sebuah profesi duniawi

“....Kalian semua tidak tau perjuangan seorang ustad solmed itu untuk menjadi seorg ustad, dari perjuagannya ini, inilah harga yg harus dibayar oleh kita semua untuk mendengarkan (dakwah),....kita itung-itungan mungkin emang transportasinya yang mahal, memang mungkin dari itunya, ininya, jadi jangan pernah melihat dari permasalahnnya aja, mungkin oh....karena di Hongkong mahal (bayarannya), ya  Hongkong pasti mahal lah..yang namanya luar negeri pasti mahal, kita nggak bisa menjudge ahli agama dengan mudah seperti dia engga berhak digaji dengan mahal, tidak ada yang bisa menentukan, kalo itu memang bermanfaat buat umatnya, kalo umatnya memang mampu, kenapa enggak.”

Dua pernyataan dari kedua publik figur diatas jelas memperlihatkan bahwa mereka tidak secara mendalam paham kejadia sebenarnya dan tidak atau apa yang berkembang ketika perselisihan ini meluas.
Ketidakpahaman soal apa yang sudah ditanggung oleh penyelenggara soal tiket, akomodasi, dan pembayaranpun sepertinya tidak dipahami sehingga muncullah pernyataan seperti yang dilansir oleh Jupe yang dari pernyataannya merngira Ustaz Solmed mengeluarkan biaya sendiri. Kita berharap semoga pernyataan dari publik figur tidak memperkeruh suasana dan persoalan ini berakhir setelah Ustaz Soleh Mahmud meminta maaf kepada pihak yang meraa tersakiti melalui media selantang ketika persoalan ini dibuka olehnya. (azy)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/jadi-insiden-solmed-ubah-pernyataan-180.html

berita sebelumnya http://www.proseleb.com/2013/08/perseteruan-thoriqul-jannah-hongkong-vs.html

berita terbaru http://www.proseleb.com/2013/08/solmed-gate-makin-keruh-bmi-himbau.html


Solmed Gate makin keruh, BMI himbau Solmed meminta maaf

Berita perseteruan Ustad Solmed tetap menjadi headline media di tanah air, tak hanya cetak dan online, televisi pun seolah menjadi pemberita utama perseteruan ini. Kabar terbaru tentang pro kontra terus bermunculan, terlihat jelas beberapa pendakwah memberikan alibi yang cenderung  mensupport rekan seprofesinya.

Hingga ulasan ini diturunkan arogansi Ustaz Solmed masih terlihat anakala diwawancara televisi, sementara nara sumber baru terus bermunculan, misalnya saja Guruh Sukarno Putera yang memperkeruh keadaan melalui komentar yang sepertinya tidak didasari pengetahuan tentang kasus ini atau Julia Perez yang seolah menyamakan aktivitas dakwah sama sulitnya dengan memulai profesi keartisan

Hal menarik justru berasal dari salah satu pengurus BMI Hongkong, Sringatin. Dia mengungkapkan mengapa pada akhirnya BMI menjadi terlibat, dan menurutnya itu dipicu oleh Ustaz Solmed sendiri

“Dua hal yang membuat BMI Hongkong tersinggung, pertama Ustad Solmed menuduh bahwa EO disini mencoba menarik keuntungan dan yang kedua Ustaz Solmed menuduh BMI adalah Komunis, nah ini yang membuat BMI di Hongkong marah kepada Ustaz Solmed”

Lebih lanjut Sringatin meminta agar ustaz Solmed yang dianggap telah memulai permusuhan ini meminta maaf kepada BMI Hongkong, karena menurutnya hanya itulah yang mungkin bisa mendinginkan masalah

“Ustad Solmed tidak mau mengakui kesalahan dan tidak mau mengalah atau menjalin silaturahmi dengan BMI Hongkong...Saya berharap solmed meminta maaf pada buruh migran di Honkong karena bagaimanapun juga yang menyebabkan masalah ini siapa..jangan menuduh siapa yang menyebabkan masalah,..ini kan seornag ustad seorang alim ulama seharusnya harus mengambil jalan tengahnya seharusnya jangan memperpanjang” tuturnya. (azy)

 berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/jadi-insiden-solmed-ubah-pernyataan-180.html
berita sebelumnya http://www.proseleb.com/2013/08/perseteruan-thoriqul-jannah-hongkong-vs.html
berita lainnya http://www.proseleb.com/2013/08/kontroversi-ustaz-seleb-hingga.html
berita terkait lainnya http://www.proseleb.com/2013/08/kasus-solmed-mui-masalah-tarif-menurut.html

Kontroversi 'ustaz seleb' hingga 'industrialisasi ayat' untuk Solmed

Perselisihan Ustaz vs Ummat belum menunjukkan grafik menurun, kontroversi para pemuka agama baik yang membela maupun menentang soal ‘industrialisasi ayat’ masih berlanjut ditanah air.
Sebenarnya persoalan ini tidak perlu menjadi isu yang besar dan melebar kemana-mana jika Soleh Mahmud alias Ustaz Solmed tidak menabur kebencian terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara di Hongkong yang merasa dirugikan secara psikologis
Pernyataan-pernyataan berbau fitnah yang diajukan oleh kedua pihak memenuhi semua saluran infotainment dan tak pelak lagi masyarakat bisa menkonsumsi secara terbuka dan menilai pihak mana yang zolim dan di zholimi dalam kasus ini
Sekarang setelah kasus ini membola salju banyak komentar yang bisa dirangkum, sebagian ustaz yang merupakan sahabat dari Solmed cenderung mengeluarkan pembelaan, akan tetapi sebagian pihak lainnya menyatakan ketidak setujuannya, berikut komentar yang berhasil dirangkum Proseleb.com

KH Maruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia menentang keras ustad yang pasang tarif dakwah. Menurut Maruf, ustad yang dilabeli 'seleb' saja sudah melenceng, apalagi bila memasang tarif!
"Itu sudah tidak benar, apalagi pakai tarif-tarif. Itu sudah arti lain, dakwah lain, artis lain. Artis itu apa, dakwah itu apa. Itu jangan dingaco-ngacoin," tegas Maruf.

Hidayat Nur Wahid  mantan Ketua MPR RI masa jabatan 2004-2009 dengan kera menyebut bahwa penarifan adalah industrialisasi dan menurutnya hal itu bukalah berdakwah
"Kalau untuk dia memasang tarif, dia menjadi semacam industri. Dan ketika menjadi industrialisasi, dakwahnya pun menjadi dakwah industri. Dakwah industri menjadi kekhawatiran seperti yang lain. Ya hanya musiman dan demikian bukan itulah praktik daripada berdakwah," tambahnya.

Amidhan  MUI mengatakan “Masalah etika bahwa dakwah itu adalah sebagai tanggung jawab, oleh karena itu, tentu enggak layak ya kalo pasang tarif tarif ...saya kira kalo jamaah secara sukarela memberikan kepada ustaz itu ya sesuatu yang baik, mereka juga manusia yang perlu hidup secara layak, tetapi jangan dijadikan sebagai komoditas, jadi itu, yang penting itu”
“Jadi sama sekali saya nggak setuju adanya tarif itu dan ini menurut agama Islam saya kira tidak bermoral,” tegasnya

Prof Dr. Satori Ismail Persatuan Da’i mengatakan bahwa Dai pada dasarnya tal mematok harga, akan tetapi dirinya menundig manajemenlah yang membuat sang ustaz menjadi berlaku demikian

“Dai-dai insyaalah semua demikian, namanya juga Dai itu yang mengajak, Ad’dai illalah, yang mengajak kepada jalan Allah SWT , oleh karena itu tidak ada seorangpun Dai yang tegas  mematok harga sekian kalo mengundang saya sekian, ..tidak ada”
“Biasanya ada tim managemen, biasanya manajemen inilah yang menetapkan harga” terangnya,

Waaluhualam bissawab.... (azy)






berita terkait sebelumnya
berita sebelumnya

Selasa, 20 Agustus 2013

Kasus Solmed, MUI : "masalah tarif menurut agama Islam saya kira tidak bermoral"

Proseleb.com - Soleh Mahmud alias Solmed kini makin tersudut. Menyusul kontresversi pembatalan dakwah yang dilakukannya secara sepihak saat di Hngkong, Ustaz yang terlihat senang di ekspose televisi itu seakan tak mampu bicara manakala persoalan ini sudah menjadi hal yang melibatkan unsur keagaamaan seperti MUI

Menurut MUI persoalan yang ditimbulkan oleh Solmed adalah sesuatu yang serius dan tak hanya, terutama saat menyangkut masalah tarif karena persoalan taalah masalah yang sangat serius. Menjawab pertanyaan media, Amidan Ketua Umum MUI menjelaskan secara gamblang

“Masalah etika bahwa dakwah itu adalah sebagai tanggung jawab, oleh karena itu, tentu enggak layak ya kalo pasang tarif tarif ...saya kira kalo jamaah secara sukarela memberikan kepada ustaz itu ya sesuatu yang baik, mereka juga manusia yang perlu hidup secara layak, tetapi jangan dijadikan sebagai komoditas, jadi itu, yang penting itu” ucap Amidan ketua umum  MUI

Sikap MUI dalam persoalan ini sangat tegas dan seharusnya dibaca oleh para pendakwah yang mungkin mengkomersialkan diri dan mencari keuntungan dengan cara menjual ayat, MUI menambahkan,

“Jadi sama sekali saya nggak setuju adanya tarif itu dan ini menurut agama Islam saya kira tidak bermoral, jadi kembali ke ajaran Rasullulah, contoh kita, uswatun hasannah kita udhuwah kita Rasul dan para sahabat  tidak pernah pasang tarif didalam menyampaikan dakwah, bahkan kalo perlu kalo beliau orang kaya jadi justru kita berdakwah dengan kekayaan yang kita miliki, bukan untuk mengeruk dari masyarakat” tegasnya

Solmed sepertinya sadar posisinya dan kembali secara sepihak menganggap persoalan ini sudah selesai sejak awal, bahkan menyebut kata damai berkali kali dalam wawancaranya dengan sebuah sumber yang diakhirinya dengan pernyataan

 “Minta tolooooong sama teman-teman....udah ..kita close masing-masing....kita close semuanya kita saudara semua, saya muslim anda muslim sesama muslim kita jaga persaudaraan, jaga persatuan kita sama-sama anak bangsa Indonesia ga ada untungnya kita ribut, ga ada untungnya kita bertengkar” tuturnya

Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, sudah begitu banyak perasaan BMI Hongkong yang terluka, apakah persoalan ini bisa diselesaikan secara sepihak oleh Solmed? Wallahu...(azy)

berita terbaru

berita terkait

berita sebelumnya

surat terbuka1

surat terbuka2

Senin, 19 Agustus 2013

Jadi insiden Solmed ubah pernyataan 180 derajat??

Insiden kegagalan Ustaz Solmed ‘perform dakwah’ di Hongkong akibat tidak sepahamnya kedua belah pihak tentang proses dan prosedur yang harus dipenuhi telah memercikkan api permusuhan yang sangat mendalam,  jika sebelum keberangkatan Ustaz Solmed tampak sumringah dan bangga menuju Hongkong, saat tiba kembali ditanah air ia begitu emosional

SolMed yang sebelumnya lantang mengatakan bahwa pengundang di Hongkong mencoba mengambil keuntungan darinya kini berbalik 180 derajat, genderang perang yang ditabuhnya sepertinya berbalik menghantam dirinya sendiri dan mengalahkannya

Solmed sepertinya mulai menyadari bahwa posisinya saat ini mulai tersudut dan jika dirinya makin bertingkah maka kebencian akan semakin meningkat pada dirinya karena persoalan fitnah apalagi menyangkut  ummat bukanlah suatu hal yang bisa dipermainkan

"Kalau masalah itu, no comment ya. Saya hanya ingin berpesan kepada diri saya dan semua, bahwa mukmin itu bersaudara. Ribut dengan saudara itu enggak ada untungnya. Terbaik saling memaafkan dan mensucikan hati dan jiwa," kata Solmed pada sebuah sumber

Komentar Ustaz Solmed sangat  berbeda dengan pernyataannya di media sepulangnya dari Hongkong yang sangat berbau permusuhan dan kebencian terhadap penyelenggara di Hongkong tersebut. Saat itu Solmed begitu jelas menunding bahwa pihak yang  mengundangnya mencoba memanfaatkannya dengan cara menjual tiket untuk mengeruk keuntungan, tidak memperlakukan dengan baik dan sebagainya. Saat ini banyak pihak yang menyoroti tingkah lakunya dan Ustaz yang  paling  sering disorot infotainment ini sepertinya harus mulai berhati-hati menjaga lisannya didepan televisi. (azy)

berita terbaru

berita terkait 

surat terbuka1

surat terbuka2

Minggu, 18 Agustus 2013

Surat Terbuka TKI terluka Hongkong untuk Solmed (tamat)

lanjutan dari artikel sebelumnya

Perlu ustaz ketahui, pengajian di Hong Kong dengan menjual tiket (entah itu HK$20, 50, atau 100) itu sudah lazim di kalangan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ini.

Di Hong Kong ini, memakai mesjid atau gedung TIDAK BISA GRATIS. Minimal perlu HK$ 4.000 untuk sewa satu gedung (ini harga sewa gedung di pelosok, kalau di pusat kota minimal bisa dua kali lipatnya).

Belum lagi sewa sound systemnya (tidak mungkin ‘kan ustad teriak-teriak atau lari sana-sini agar suara ustad dapat didengar oleh jamaah yang hadir).

Harga sewa sound system bisa berkisar HK$ 5.000 ke atas. Belum lagi ditambah biaya pembelian tiket pesawat untuk ustad dan manajer ustad, biaya hotel, konsumsi,transportasi, dll. Jika pun acara di laksanakan di tempat terbuka, seperti lapangan Victoria Park, itu juga harus ada ijin dari pengelolanya.

Setidaknya, penyelenggara acara harus membayar uang asuransi pada pengelola taman jika ingin menggunakan area tersebut. Hal ini saya ketahui saat mencari info tentang penggunaan lapangan rumput dan tenda putih atas Victoria Park.

Dan lebih fantastis lagi, sound system kalau untuk outdoor seperti di lapangan Victoria Park, harga sewanya bisa mencapai belasan juta rupiah. Jadi, jika ustad mengatakan bahwa dakwah ustad dijadikan lahan bisnis oleh EO di Hong Kong, saya sangat meragukan hal ini.

Karena, yang saya tahu, jika pun acara pengajian itu memperoleh keuntungan dari penjulan tiket serta dana dari kotak amal (yang diedarkan saat pengajian berlangsung), maka dana tersebut tidak akan masuk ke kantong panitia penyelenggara, melainkan disumbangkan ke Indonesia, entah itu untuk pembangunan mesjid, pesantren, dll.

Mengenai hal ini, mungkin ustaz bisa bertanya pada EO yang mengundang ustaz, berapa pondok pesantren yang sudah mereka biayai dari uang sisa yang didapat dari acara pengajian yang mereka adakan.

Ustad akan lebih tercengang lagi, jika melihat fakta bahwa begitu banyak mujahidah di Hong Kong ini yang rela berpanas-hujan menjual majalah, meminjamkan buku melalui perpustakaan lesehan, menjual buku, dll demi mendapat keuntungan 1 atau 2 dolar yang mereka kumpulkan untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia.

Bayangkan, mereka rela berlelah-lelah di hari yang seharusnya menjadi hari libur mereka. Saya sendiri pun pernah mengalaminya, menggeret-geret koper besar berisi buku-buku untuk dipinjamkan.

Uang penyewaan buku hanya numpang lewat di tangan saya,untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia. Jika ustad mengatakan bahwa seluruh biaya yang saya sebutkan itu (tiket pesawat, hotel, dll) sudah ditanggung oleh sponsor, maka silakan disebutkan siapa saja sponsor acara tersebut, berapa banyak uang yang mereka berikan sehingga bisa mengcover seluruh biaya tersebut?

Setahu saya, untuk satu event semisal pengajian, 3 atau 4 sponsor saja itu belum tentu ada, karena kini semakin banyak organisasi TKI di Hong Kong, banyak acara yang bisa mereka pilih untuk didukung.

Satu sponsor saja, biasanya member support materi yang tidak begitu banyak, sekitar HK$500 – HK$ 2.000, sangat jauh untuk bisa menutup biaya-biaya yang harus dikeluarkan.

Saya berbicara berdasarkan fakta. Menurut pengalaman saya dalam mencari dana dari sponsor, kadang dana dari sponsor tidak diberikan dalam bentuk tunai, tapi berupa barang yang harus dijual, jadi tidak berbentuk cash money.

Well, dua pertanyaan itu (dari mana angka 150 juta itu ustad dapat dan sponsor mana yang mau mendanai penuh acara yang akan ustad hadiri), akan membuktikan kebenaran dari ucapan ustad.

Mari bicara fakta, atau diam jika hanya menimbulkan fitnah, menyakiti kami (TKI Hong Kong) yang ustad sebut sebagai “saudara”. Sekali lagi, saya sangat maklum jika benar ustad memasang tariff dan meminta fasilitas ini-itu pada panitia. Saya juga tidak menyalahkan
jika ustad (mungkin) berbohong di media untuk menjaga reputasi ustad. Itu manusiawi.

Silakan saja, dosa ditanggung ustad sendiri. Namun, jika konfliknya melebar sampai ustad koar-koar di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong adalah jaringan dari komunis, itu sudah keterlaluan.

Curiga boleh saja, tapi tak harus berkicau di sosmed tanpa fakta, tanpa tabayyun, karena itu semua akan menjadi fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan.

Untuk media-media di Indonesia Di Indonesia, mungkin nama ustad Solmed sangat layak jual. Sehingga otomatis, berita yang menyangkut dirinya akan menarik bagi masyarakat.

Namun, setahu saya setiap berita yang diturunkan haruslah berimbang, tidak boleh hanya dari satu sisi saja. Meskipun narasumber berita jauh, wartawan harus tetap mengusahakan untuk mewawancarainya meski hanya melalui saluran telepon.

Jika si narasumber tidak dapat dihubungi, maka hal tersebut juga harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa si wartawan sudah berusaha menghubungi, namun hingga saat berita diturunkan, narasumber belum memberikan jawaban.

Silakan menghubungi dan mewawancarai langsung EO yang mengundang ustad Solmed ke Hong Kong, agar berita yang disampaikan pada masyarakat tidak berat sebelah, dan tidak lebay (saya pernah melihat tayangan infotainment yang menampilan media yang memuat berita dengan judul “Astaga, tarif ustad Solmed 150 juta”.

Menurut saya judul tersebut sangatlah lebay karena angka 150 juta tersebut bukan tariff yang dipatok sang ustad, melainkan angka perkiraan sang ustad dari penghitungan penjulan tiket yang dijual oleh panitia). Memang, judul bombastis bisa menaikkan berita, tapi akan merugikan media sendiri jika judul tak sesuai dengan isi.  Akibatnya, bukan tidak mungkin media yang seperti itu akan kehilangan kepercayaan dari masayarakat yang berimbas pada kematian media itu sendiri.

TKI di Hong Kong mudah dijumpai di jejaring social Facebook. Itulah mengapa, ketika ustad Solmed koar-koar di Twitter, yang ikut me-retweet dari kalangan TKI Hong Kong hanya mempunyai beberapa follower, karena memang TKI Hong Kong hanya sedikit saja yang ber-twitter ria. Kami lebih nyaman di Facebook karena bisa membaca info-info menarik dari catatan fans fage, sharing foto, dll, sedangkan twitter tidak memungkinkan hal itu, karena membatasi penulisan hanya 140 karakter saja.

Untuk teman-teman TKI/BMI Hong Kong, kita adalah satu tubuh, ketika ada pihak yang menyakiti bagian dari diri kita, tentu kita akan ikut terluka. Demikian pula halnya dengan diri saya. Awalnya saya tak ingin angkat bicara, malas koar-koar di sosmed.

Tetapi, saya melihat beberapa aktivis BMI HK yang biasanya vocal membela BMI, diam melihat hal ini, sama sekali tak berkomentar. Dan yang bukan aktivis, ada saja yang nyinyir dengan mengatakan bahwa pengajian harus gratis lah, salah panitia ngundangnya artis lah, dll. Untuk yang belum pernah berkecimpung di organisasi BMI, tentu pernyataan “gratis” tadi wajar saja, karena ketidaktahuan mereka bahwa tidak ada yang gratis di Hong Kong ini.

Lagipula, tiket dijual kepada mereka yang bersedia membayar, tak ada paksaan. Pun dengan kotak amal, tidak ada paksaan untuk mengisinya. Saya ungkapkan di sini, event pengajian yang diadakan berbagai organisasi BMI di Hong Kong, tidaklah bertujuan untuk mengeruk untung ataupun dijadikan lahan bisnis seperti yang dikatakan ustaz Solmed. Saudara-saudara kita berjuang menegakkan agama islam di negeri non muslim ini.

Jika pun ada yang membisniskan pengajian, itu adalah oknum, jangan pernah melakukan generalisir dengan menyebutkan BMI/TKI Hong Kong, karena akan sangat fatal akibatnya, menjadi fitnah yang menyakiti semua.

Kita bisa saja memaafkan ustad Solmed atas pernyataannya di twitter yang mencurigai TKI Hong Kong sebagai komunis, kita juga bisa memboikot ustad Solmed dengan menganjurkankeluarga kita agar meninggalkan segala tontonan yang menampilkan ustad Solmed. Kita adalah kekuatan yang besar jika bersatu. Kita dikatakan komunis, komunis itu tak bertuhan, rela kita dikatakan demikian?

Demikian yang ingin saya ungkapkan. Mohon maaf jika ada pembaca yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini. Silakan diluruskan jika da kekeliruan dalam tulisan saya ini.
Saya Rihanu Alifa, saya TKI Hong Kong, tidak kenal ustad Solmed, juga tidak kenal dengan organisasi TKI Hong Kong yang berseteru dengannya. Saya tidak memihak siapapun

berita terkait

Surat Terbuka TKI terluka Hongkong untuk SolMed

Ustadz Solmed yang terhormat, saya adalah salah satu TKI Hong Kong yang terluka dengan pernyataan ustaz di twitter yang mencurigai kami (TKI Hong Kong) sebagai jaringan dari komunis. Saya (masih) memaklumi jika ustaz memasang tarif saat diundang untuk berceramah.Itu hak ustaz. Pun, saya juga mengerti jika ustaz membela diri ketika ustaz dituding menaikkan tarif saat diminta ceramah di Hong Kong, terlepas dari benar atau tidaknya argumen yang ustad sampaikan. Namun, ketika ustad “berkicau” di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong merupakan bagian dari jaringan komunis, maka saya sebagai bagian dari TKI Hong Kong merasa terluka, teriris hati saya mendengar hal ini.

Saya suka menulis, saya menyampaikan hal ini melalui tulisan dan mem-broadcastnya di sosmed bukan untuk mencari sensasi, apalagi popularitas. Ini adalah suara hati saya. Sedih tak terkira saya melihat seorang ustad “memerangi” saudara seagamanya dengan bersenjatakan media.

Miris, melihat dan mendengar pemberitaan beberapa media yang menurunkan berita timpang (tidak balance, hanya memaparkan berita dari pihak ustad Solmed, tidak berusaha melakukan cross check dengan pihak EO di Hong Kong).

Secara pribadi, saya tidak ada dendam dengan ustad. Saya pertama kali melihat ustazmelalui tayangan sinetron di televisi (saya lupa judulnya). Tayangan itu saya saksikanmelalui internet. Saya bukan pecinta sinetron, hanya saja saya tertarik menyaksikan sinetron tersebut karena ada Maher Zain yang ikut syuting di dalamnya (sewaktu dia berkunjung ke Indonesia).

Sebagai TKI Hong Kong, saya memang mengikuti perkembangan konflik ustad dengan salah satu event organizer (EO) di Hong Kong yang mengundang ustad untuk berceramah. Namun, saya tak ikut ambil pusing. Saya bukan bagian dari EO tersebut, dan (tadinya) saya pikir, perselisihan ustad dengan EO tersebut dapat menemui titik temu (damai). Tetapi, semakin lama, ustad semakin membuat pernyataan yang tidak-tidak, bahkan cenderung memfitnah. Di infotainment, ustad menyebut angka 150 juta rupiah yang bakalan dikeruk oleh EO di Hong Kong dari penjualan tiket masuk yang dijual kepada para jamaah.

Ijinkan saya bertanya, dari mana ustaz dapatkan angka fantastis tersebut?

Hampir tujuh tahun saya di Hong Kong dan selama 4 tahun terakhir ini saya berkecimpung dalam organisasi yang kadang menjadi EO suatau acara dengan mengundang bintang tamu artis dari Indonesia.

Sedikit banyak, saya tahu seluk-beluk penyelenggaraan acara di Hong Kong. Untuk gedung di Sheung Wan yang rencananya akan dipakai untuk acara yang sedianya akan ustad hadiri tersebut, setidaknya sudah 3 kali saya memasukinya.

Gedung tersebut merupakan ruangan berbentuk L yang kapasitasnya (menurut pengamatan orang awam seperti saya), hanya muat untuk 500 orang (itu juga kalau dijejal-jejal).

Jika tiket masuk dijual seharga 50 (Hong Kong dollar), dan pengajian diadakan dua sesi, maka hasil dari penjualan tiket adalah : 50 x 1000 orang = 50.000 (Hong Kong dollar).

Kurs saat ini : HK$ 1 = Rp. 1300 (kurang lebih, karena kurs naik turun). Jadi, jika ustazmenyebut angka 150 juta rupiah, maka saya katakan hal tersebut adalah AJAIB (kalau tak mau dikatakan OMONG KOSONG).

Lagipula, angka HK$50. 000 itu dengan asumsi bahwa tiket terjual habis (sold out)*. Pada kenyataanya, tidak semua tiket bisa terjual habis.

Dan uang sejumlah itu bisa dikatakan sangat pas-pasan untuk membiayai sebuah acara di Hong Kong.

berita terkait

Sabtu, 10 Agustus 2013

K-Pop geser musik Pop Melayu?


Tahukah anda perbedaan artis Indonesia dan Korea? Jawabannya bukanlah pada cara bernyanyi, cara menari atau dandanan dan kostum panggung yang dikenakan saat menyapa pemirsa.

Jika kita jeli memperhatikan berita tentang aktifitas artis Korea, maka kita akan melihat bahwa artis dan pemerintah Korea memiliki misi yang sama, yaitu memperluas pengaruh Korea keseluruh dunia. Hasilnya? Tak hanya terkenal di Indonesia, bahkan Eropa dan Amerika adalah negara yang secara kultural dipengaruhi oleh budaya Korea sementara di Indonesia sendiri follower terbanyak dari boyband,sebut saja Super Junior alias Suju berasal dari tanah air.

Kerjasama artis dan pemerintah Korea terlihat jelas dari dirilisnya beberapa buku yang mempekenalkan budaya, kuliner, alam dan segala sesuatu yang berbau Korea, manajemen Super Junior misalnya sengaja mengirim semua personilnya berpasangan untuk menjelalah Korea mulai dari Barat hingga Timur, Selatan hingga Utara dan menuliskan bukunya dalam format perjalanan buku saku perjalanan wisata ala Suju

Tak beda dengan Suju, PSY yang ngetop melalui Gangnam Style pun merilis Wiki Korea yang berisi panduan tantang apa yan harus dilakukan saat turis mendatangi Korea. Jelas ini bukan saja caramembuat PSY lebih dikenal di dunia, karena tanpa Wiki Koreapun tariannya sudah dijogedkan oleh para pemain bola top dunia sebegai selebrasi saat merekan gol yang tercipta.

Di Indonesia sendiri, artis Korea yang berduet dengan penyanyi lokal melakukan hal yang sama,  musisi muda Korea  melakukan penetrasi melalui pelajaran Bahasa Korea yang langsung diikuti oleh remaja yang memang saat ini sedang menggandrungi K-Pop.

Bagaimana dengan SNSD dan Boyband lainnya? Tengoklah image yang mereka upload di internet rata-rata beresolusi besar dan ketika penggemar mendowload mereka bisa mencetak dan menjadikannya poster untuk ditempel di dinding kamar

Lantas bagaimana  kondisi musik di Indonesia? Saat ini menurut Adi Adrian Keyboardist dan Komposer KLA Project yang menuliskan uneg-unegnya di harian Kompas dan mengajak segenap elemen peduli musik unutk membenahi industri musik kita

Mungkinkah kini musik kita mulai redup dan perlahan mati? Mungkinkan musik melayu sudah digeser oleh K-Pop dan akankah ada upaya pemerintah Indonesia untuk berbuat secerdas pemerintah Korea.? (azy)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More