Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2013

Tayangan TV tak layak yang tetap menyeruak

Proseleb.com – Perilaku penyelenggara bisnis hiburan khususnya televisi ternyata tak juga berubah setelah sekian banyak program tayangan yang dikritik oleh lembaga resmi pemerhati tayangan televisi.

Belakangan sejumlah tokoh yang peduli dengan kualitas tayangan televisi bersuara lantang  dan berharap agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) membuat keputusan tegas melarang sejumlah sajian televisi yang dianggap  punya potensi untuk merusak tatanan norma di masyarakat, karena mengandung unsur pelecehan, bahkan SARA dalam muatan komedi yang dibawakan.

Beberapa tayangan yang dipermasalahkan antara lain "Yuk Keep Smile" (Trans TV), "Pesbukers", "Campur Campur" (keduanya tayang di ANTV), "SMS" (Trans 7), dan "Eat Bulaga" (SCTV).

Tak  kurang dari H. Amidhan dari MUI pusat menyatakan uneg-unegnya dalam diskusi bersama media baru-baru ini “Saya sering ingatkan KPI agar tegas kepada stasiun tv yang menyajikan tayangan edan itu”

Senada dengan H. Amidhan, sebagai wakil rakyat, Qomar mengaku sudah teramat sering menerima keluhan masyarakat yang kecewa menyaksikan acara hiburan di tanah air.

Qomar merasa prihatin dengan eksploitasi atas  binatang demi"menikmati" rasa ketakutan dan penderitaan seseorang.

"Apakah itu tayangan yang disebut bagus? Saya juga sudah lihat sendiri acara acara itu, dan saya pikir tidak perlu memberi waktu lagi, tayangan itu harus dihentikan," seru Qomar.

Pesbuker dianggap tak patut ditayangkan karena seringkali menampilkan ular untuk untuk menakuti penonton. Begitu juga keberadaan komedian Olga Syahputra yang dinilai sering berlebihan dan menyakiti hati orang lain lewat lawakannya yang dianggap tak cerdas. (Fay)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/10/televisi-monster-diruang-pribadi-kita-ii.html

Jumat, 01 November 2013

Nugie, sewindu setia pada sepeda lipat

Proseleb.com – Pengguna sepeda ternyata tak hanya dimonopoli oleh aktivis atau pekerja yang cinta lingkungan bersih atau anti polusi saja. Akan tetapi pola hidup yang semakin berkembang ini juga ternyata dilakukan oleh banyak selebriti Indonesia, sebut saja Tora Sudiro, Hengky Kurniawan, Wendy Cagur dan masih banyak lagi.

Salah satu pengguna transportasi sepeda adalah Nugie, musisi yang ngetop lewat lagu “Tertipu” ini menganggap serius soal sepeda. Baginya sepeda tak hanya sebagai hobi, melainkan sebuah moda transportasi yang layak untuk ditekuni. Oleh karena itu, sejak tahun 2006 hingga sekarang dalam keterbatasan fasilitas bagi penggowes ia memegang tuguh komitmenya untuk bersepeda.

“Naik sepeda itu praktis, terutama untuk kehidupan orang kota besar, kita nggak perlu tempat parkir karena memang nggak ada tempat parkir sepeda di mall” ujar Nugie sambil tertawa

Jenis sepeda yang digunakan oleh Nugie adalah sepeda lipat, dengan sepedanya Nugie tak jarang mendatangi tempat yang dia tuju, biasanya ia bersepeda mulai dari 30 menit hingga 1,5  jam menuju lokasi.

Tak hanya irit karena tak membutuhkan BBM dan praktis karena bisa dijinjing jika perlu, oleh karena itu meskipun pernah kucing-kucingan dengan petugas sekuriti Nugie tak kapok membawa sepeda karena ada hal lain yang bisa dilakukan sekaligus saat bersepeda

“Selain ramah lingkungan,naik sepeda juga membuat badan kita fit. Bersepeda membuat saya bisa sekalian wisata kuliner” jelasnya

Keprihatinan Nugie atas kondisi jalan raya ternyata sama dengan penggowes lainnya. Menurutnya seharusnya pengguna sepeda diberikan fasilitas yang memadai sebagai mana moda transportasi lainnya

“melihat buasnya lalu lintas Jakarta, biasanya orang jadi takut bersepeda saya pingin Jakarta menjadi kota yang ramah bagi pesepeda, misalnya denganmenyediakan jalur khusus sepeda” tutupnya. (azy)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Televisi, Monster diruang pribadi kita II ?

Proseleb.com – Melanjutkan ulasan pertama tentang keberadaan televisi, feature kali ini membahas sesuatu yang lebih serius . Menurut seorang nara sumber, televisi di Indonesia tidak memiliki visi yang jelas. Hal ini membuat televisi kita tidak mempunyai ideologi yang menjadi guidance bagi televisi dalam bersiaran

Dalam diskusi itu disebutkan bahwa beberapa televisi swasta terbesar hanyalah corong bagi tokoh tertentu untuk berkampanye, oleh karena itu tak heran jika feature berformat berita menampilkan kedahsayatan sang tokoh atau secara terang-terangan menyatakan diri bahwa pasangan mereka adalah yang paling layak menjadi presiden.

Televisi lain yang identik dengan warna terang, disinyalir ‘mensponsori’ penangkapan teroris atau selebritis pelaku kriminal, dijlaskan bahwa televisi tersebut selalu mendampingi petugas saat menangkap teroris bahkan ada bersama aparat dalam aktifitas sangat rahasia itu.

Sebuah stasiun televisi identik dengan warna gelap, juga disinyalir merupakan televisi yang tidak labour friendly, televisi ini disinyalir paling ‘tak sudi’ membeli program dari production house dan akibatnya pekerjanya harus bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang, alhasil keuntungan memang meningkat tajam, akan tetapi harga ini harus pula dibayar dengan harga mahal berupa pindahnya pegawai ketelevisi lain yang mungkin lebih manusiawi dalam memperlakukan pekerjanya.

Akan halnya dengan televisi lokal, karena keterbatasan daya dan dana televisi lokal justru hanya menjadi televisi ‘obat’ karena blocking time hanya terjual kepada pebisnis obat alternatif, serupa jamu dan pengobatan berbau magis.

Kesimpulan dari diskusi yang berlangsung dua jam tersebut adalah tentang pentingnya televisi memberikan berita yang mendidik, menghibur dan menyebarkan berita yang berimbang dan benar.
Kecenderungan televisi yang hanya mengejar rating dalam setiap tayangang hingaa saat ini dinilai telah menempatkan pemirsa pada posisi yang dirugikan dan tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi secara nyata
Iklan sebagai sumber penghasilan dan bersifat persuasif agitati juga harus diseleksi dengan cermat, karena sebagian besar dari iklan yang bersifat sangat bombastis ternyata tidak sesuai dengan kualitas produk yang diiklankan.
Televisiseringkali menabrak rambu-rambut, etika, estetika dan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, oleh karena itu kasus menyangkut hukum akan selalu terjadi jika pakem yang dilaksanakan tidak diubah demi kebaikan masyarakat Indonesia dimasa mendatang. (azy)
ulasan sebelumnya http://www.proseleb.com/2013/10/televisi-monster-diruang-pribadi-kita.html

Kamis, 10 Oktober 2013

Televisi, monster diruang pribadi kita?

Proseleb.com – Baru-baru ini Proseleb diundang menjadi nara sumber tamu di sebuah fakultas ilmu komunikasi universitas terkemuka di jakarta selatan. Kuliah yang membahas masalah tayangan dalam televisi swasta nasional ini merupakan  salah satu matakuliah jurusan Media Broadcasting

Dalam diskusi yang digelar itu Proseleb mencatat beberapa hal yang merupakan catatan dari mahasiswa dan beberapa narasumber lain yang merupakan catatan penting bagi dunia televisi kita antara lain

Televisi kita sering latah dan menayangkan program yang pernah sukses atau dianggap sukses ditelevisi tersebut atau televisi kompetitor hingga penonton merasa bosan, misalnya acara pencarian bakat dan tari yang melibatan banyak orang

Televisi kita hanya menyajikan beberapa komedian yang saling bercanda satu sama lain tanpa ada konsep mendalam tentang tujuan menghibur di televisi

Televisi kita sering menampilkan perang menyangkut ‘ preferensi seksual’ tertentu, cenderung menggiring nilai-nilai kebanci-bancian menjadi trend dalam masyarakat

Televisi kita sering menampilkan kekerasan yang tak perlu meskipun menggunakan alat yang tak membahayakan misalnya saling pentung dengan menggunakan stereofoam, karena anak yang belum bisa membaca akan mengikuti kelakuan mereka

Televisi kita sering menampilkan canda diluar konteks dan kaidah tontonan misalnya membuka rahasia pribadi baik para pemain maupun crew yang terlibat, termasuk juga membuka telepon atau sms tamu yang muncul diacara tersebut

Televisi kita sering menampilkan acara berbau mistik tidak pada tempatnya dan cenderung melakukan ekspliotasi hiperbola unutk meyakinkan penonton, termasuk juga secara vulgar menampilkan hantu-hantu di acara lawakan

Televisi kita sering melakukan tayangan tak relevan pada acara tertentu untuk mendongkrak rating misalnya acara masak memasak pada acara musik

Televisi kita sering menampilkan iklan yang bombastis dan lebih banyak memberikan informasi yang menyesatkan atas sebuh produk tertentu, terutama pada produk makanan dan minuman anak, produk pembersih pakaian dan peralatan rumah tangga hingaa obat-obatan

Televisi kita seringkali menayangkan berita artis melalui tayangnya berita hiburan dan tidak melakukan ricek apakah berita tersebut merupakan berita buatan atau benar-benar terjadi dan cenderung mendiskreditkan narasumber serta menonjolkan aktifitas hedon dan kekayaan pribadi narasumber ...(bersambung)

Minggu, 22 September 2013

Menumpang @nebengers, memecah kebekuan diantara kemacetan

Proseleb.com – Ditengah kontroversi soal mobil murah yang direncanakan berbanderol harga70 an juta dan kenaikan bahan bakar minyak yang selalu terjadi setiap tahun, sekelompok anak muda menginisiasi gerakan untuk mengatasi kemacetan, hemat energi dan alasan lain yang sungguh masuk akal. Gerakan ini sebetulnya bukanlah hal baru, di Jerman misalnya ada aktifitas yang dikenal sebagai Mitfhargelagenheit sebagai cara memperingan anggaran bensin yang sangat mahal manakala pemilik kendaraan akan berpergian dan menempuh jarak jauh

Bermula dari keprihatinan seorang Andreas Aditya Swati atas keadaan banyaknya orang yang menunggu kedatangan angkutan umum dan terpaksa tidak jadi naik kendaraan itu karena penuh sesak, sementara ia juga melihat kontradiksi karena disaat yang sama begitu banyak mobil hanya berpenumpang satu orang

Akhirnya pada tanggal 7 Desember 2011 Andreas menghidupkan @nebengers dengan visi bahwa @nebengers bisa menjadi gerakan sosial mengajak orang mengurangi kemacetan dengan memberikan tumpangan serta mengembangkan interaksi sosial.

Mulanya Andreas hanya mengurus @nebengers seorang diri namun kemudian diperkuat oleh Stefany Putri yang menyumbangkan ide hastag #BeriTebengan dan #CariTebengan. Selanjutnya Putri Sentanu membantu dalam pengembangan @nebengers yang kini memiliki hastag #TeamDistrik yang tiap distriknya dipimpin oleh seorang koordinator yang dinamai Lurah.

Persoalan kemanan di Ibukota yang dikenal lebih kejam dari pada ibu tiri juga menjadi perhatian oelh karena itu diciptakan  sistem untuk memantau setiap kegiatan tebeng menebeng. @nebengers mewajibkan semua orang yang menyediakan tumpagan serta menumpang mengikutsertakan @nebengers dalam setiap percakapan mereka sebagai langkau untuk memantau aktifitas mereka.
Karena dirasa perlu untuk verifikasi penebeng ataupun pemberi tebengan? Nebengers mengorganisir pertemuan yang dikenal dengan nama Kopdar alias kopi darat. Biasanya nebengers mengorganisir beberapa event kopdar dalam setahun, selanjutnya karena ide tumpang menumpang ini berkembang ke kota besar lainnya akhirnya banyak juga kopi darat yang laksanakan sendiri oleh lurah maupun warga dilingkup distrik yang dikoordinirnya.
Terbantukah kota besar dengan aktifitas ini? Jawabannya...tentu saja (azy)

Sabtu, 14 September 2013

Toto B2W " Bersepeda bisa menjadi Gaya Hidup II"

Proseleb.com – B2W sebuah kelompok sadar lingkungan dengan visi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik dengan bersepeda B2W terus berkembang dan memiliki banyak anggota. Organisasi berlogo sepeda jumping dengan latar belakang kuning yang penarik perhatian namun juga dianggap dapat menurunkan emosi negatif dan pada saat yang sama meningkatkan konsentrasi serta metabolisme ini sangat concern terhadap pesepeda, melalui wawancara dengan Toto Sugito, Ketua Umum B2W Proseleb.com mendapat keterangan tentang B2W secara lebih mendalam.
Sesuai dengan Misi B2W yaitu meningkatkan jumlah pengguna sepeda untuk beraktivitas sehari-hari, maka mengenai keanggotaan Toto menuturkan

“Tidak ada syarat khusus sama sekali untuk bisa menjadi Anggota B2W, cukup punya sepeda dan gunakan sepeda tersebut sebagai moda transportasi kemanapun kita inginkan. Karena B2W lebih kepada gerakan moral, jadi semua dapat melekukannya tanpa harus menjadi anggota. Akan tetapi persyaratan untuk mendirikan Perwakilan/Cabang B2W harus ada calon pengurus yang committed dan pusat akan memberikan guidance berupa AD/ART organisasi,” terang Gito

Sementara, hal penting yang diperjuangkan B2W menurutnya adalah meyakinkan pemeritah agar lebih memperhatikan hak-hak pesepeda dan para pemakai jalan non kendaran bermotor

Berhasil mengajak Presiden RI berkampanye sepeda thn 2007 dalam rangka pelepasan rombongan Bicycle for Earth goes to Bali, B2W dipercaya negara ikut kampanyekan acara int'l United Nation Framework Convention on Climate Change di Bali

“Pemerintah harus mewujudkan kota yang humanis, kota untuk manusia bukan hanya untuk kendaraan bermotor sehingga Peraturan Daerah dan penegakan hukum harus dijalankan dengan tegas, konsisten dan sustain sesuai dengan UU No.22 tahun.2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang antara lain menegaskan Hak-hak Pesepeda & Pejalan Kaki di jalan raya,”tutur Gito serius

Sesuai dengan misi yang telah dicanangkan yakni “meningkatkan jumlah pengguna sepeda untuk beraktivitas”, maka agar masyarakat terdorong untuk menggunakan sepedanya dalam beraktivitas sehari-hari, dipandang perlu untuk mewujudkan fasilitas bersepeda yang memadai sebagai bagian dari Infrastruktur bersepeda. Maka infrastuktur bersepeda yang diharapkan adalah; Jalur khusus sepeda, Area parkir sepeda yang layak,  Fasilitas mandi umum/ganti pakaian yang memadai, serta Integrasi antara infrastruktur bersepeda dengan fasilitas kendaraan umum

Saat kampanye merebut jalur sepeda BKT bersama Dubes Denmark Martin Hermann, Dubes Norway Stig Traavik dan sahabat B2W Rombongan Bekasi (ROBEK)


Menutup wawancara  Toto Sugito menghimbau kepada masyarakat “Bila anda memiliki sepeda, mulailah gunakan sepeda sebagai moda transportasi dari jarak terdekat, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang juga.” (azy)

berita sebelumnya http://www.proseleb.com/2013/09/toto-bike-to-work-bersepeda-bisa.html

Jumat, 13 September 2013

Toto Sugito B2W "bersepeda bisa menjadi Gaya Hidup"

Proseleb.com – Saat ini bersepeda sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, tak hanya sebagai kendaraan alternatif jarak dekat disekitar kompleks, kini bersepeda menjadi salah satu alternatif kendaraan untuk kekantor bahkan sebagai saran adventure yang tak kalah seru dengan olahraga adrenalin lainnya.

Berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang tergabung dalam Komunitas Jalur Pipa Gas (JPG) yang memiliki semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (Bike-to-Work Community)  yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 Agustus 2004. 9 Tahun kelompok ini mulai mengkampanyekan Bike 2 Work atas keprihatinan dari kondisi kemacetan di Jakarta dan polusi udara yang semakin parah. Dalam kesempatan wawancara dengan Proseleb. Toto Sugito ketua Umum B2W berbaik hati berbagi cerita dengan Proseleb.com

 “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena Bersepeda sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi masyarakat , walaupun mayoritas masih bersepeda sebagai olahraga & rekreasi. Saya berharap kelak bersepeda bisa menjadi Gaya Hidup bahkan Bagian Hidup dari masyarakat Indonesia.” harapnya

Ditanya tentang pengalaman mengelola B2W, Toto mengatakan bahwa banyak pengalaman yang dilaluinya

“Wah banyak sekali, diawal karena B2W merupakan sesuatu yang baru maka banyak sekali tantangan dari semua pihak , baik dari Lingkungan terdekat, termasuk Istri saya sendiri menentang karena masalah Polusi yang buruk di Jakarta juga masyarakat luas karena cuaca, polusi, bahaya bersepeda di Jalan raya, dan lain lain. ujarnya

”Dan karena B2W adalah organisasi sosial yang kepengurusannya atas dasar semangat & volunteer (sukarela-red), maka perlu kesabaran & keikhlasan untuk menghadapi kondisi itu tujuannya agar kegiatan kampanye dapat berjalan konsisten, terlebih karena kita tidak dapat memaksa setiap pengurus untuk dapat selalu loyal/committed dengan tugas sosial yang dibebankan karena kendala waktu,” kenangnya

Sebagai organisasi yang semakin hari semakin membesar dan memiliki anggota puluhan ribu orang angota maka wajar saja jika B2W memperjuangkan kepentingan anggotanya, menurut Toto CFD adalah salah satunya

“Merealisasikan Car Free Day (CFD) sepanjang hari setiap Minggu (bukan hanya 5 jam) & jalurnya dipanjangkan, termasuk juga diadakan CFD dikota-kota lain di seluruh Indonesia agar masyarakat dapat berinteraksi sosial melalui kegiatan/aktifitas outdoor khususnya sepeda tanpa menggunakan Kendaraan bermotor yang menghasilkan polusi,”


“B2W PUSAT akan memberikan modal awal kepada seluruh perwakilan B2W Indonesia agar dapat mandiri & maju dalam segi finance sehingga dapat rutin & sustain dalam melakukan kampanye bersepeda.” Paparnya terkait rencana B2W dalam waktu dekat

Saat ini B2W memiliki anggota 50.000 lebih, dengan jumlah perwakilan di 150 Kota seluruh Indonesia. (azy)


berita sepeda http://www.proseleb.com/2013/08/proseleb-adventure-bike-kemerdekaan-ii.html

seleb senang sepeda http://www.proseleb.com/2013/08/tommy-kurniawan-artis-yang-gemar.html

Commute Life, gaya hidup pekerja kelas menengah Jabodetabek II

Proseleb.com – Suka dan duka commute people yang menggunakan fasilitas KRL Jabodetabek sangat menarik untuk dicermati. Bagian pertama tulisan ini mengulas bagaimana aktifitas beberapa penumpang saat bertahan dan mengisi waktu dengan kesibukan hingga KRL yang ditumpangi tiba ditujuan, kini dibagian kedua Proseleb.com mengulas komentar penumpang melalui kicau pendek pada akun twitter mereka

KRLmania pada hari Senin, tanggal 9 September 2013 menginformasikan tentang penumpang yang tak kuat menahan panas dan pingsan didalam kereta kemudian kicauan penuh sindiran segera memenuhi timeline @krlmania



Sementara @yusnihalim memprihatinkan kelakuan penumpang yang melakukan perbuatan tidak terpuji diatas kereta, akan tetapi anehnya petugas tak menindak perbuatan tersebut. berikut kicaunya


Sementara @fajarptra88 mengalami nasib malang, kaena kehilangan dompet di stasiun dan terkena denda akibat tidak memiliki tiket multitrip karena diambil copet yang berakdi disekitar stasiun tersbut. Tak dijelaskan dimana dirinya kehilangan dompet beserta isinya tersebut.


Tak hanya menyisakan umpatan, keadaan KRL yang penuh sesak justru membuat @arishobimikel mampu membuat puisi tentang keadaan dirinya saat berada di KRL yang penuh sesak


Senada dengan Aris, @Ridho_Purnama komplain atas keadaan di KRL, meskipun padatnya penumpang bukan suatu hal yang terlalu mengganggunya, akan tetapi AC KRL yang mati membuatnya merasa tak nyaman.


begitulah suara hati dan keadaan yang dialami oleh pengguna KRL yang seringkali menyebut diri sebagai KRL Mania.
Menurut keterangan salah satu KRLmania, di KRL juga ada kelompok yang saling memproteksi satu sama lain, bahkan ada yang intim karena saling bertemu setiap hari di KRL, demikianlah fenomena kehidupan masyarakat pekerja kita yang harus pulang pergi setiap hari dari rumah menuju kantornya (fay)

berita sebelumnya http://www.proseleb.com/2013/09/commute-life-gaya-hidup-pekerja-kelas.html

Selasa, 10 September 2013

Commute Life, gaya hidup pekerja kelas menengah Jabodetabek

Proseleb.com – Keringat menetes di kepala seorang pegawai berseragam biru muda itu, ia tak mengelapnya meskipun rambut pendeknya basah oleh keringat yang keluar dari pori-pori kepalanya. Ditangannya tergenggam Blacberry tipe Gemini berchasing putih, pegawai swasta yang belakangan diketahui namanya Ronny itu terus asik memencet tombol gadgetnya membuka email atau mungkin chatting dengan temannya.

Beda lagi dengan Dita seorang mahasiswi kuliah disebuah universitas di Tebet, dengan menggendong tas ransel didepan untuk melindungi dada bagian depannya dari keisengan penumpang lain, ia tampak pasrah dengan jepitan dikiri dan kanan yang justru membuatnya tak perlu berpegangan pada apapun.

Itulah sedikit cerita tentang realita Commuter Line atau KRL Jabodetabek, sesak, panas, dan terkadang berbau aneh. Akan tetapi fenomena ini adalah keseharian yang memang harus dialami masyarakat commute yang bekerja di Jakarta, namun menetap diluar Jakarta, seperti Bogor, Bojong, Depok atau mungkin Tangerang dan Bekasi.

Ronny menuturkan bahwa dia terbantu dengan kereta api, akan tetapi sebenarnya dirinya rindu akan kelayakan sesuai denganharga karcis  yang dibayarkan pada pengelola “ yaa gimana lagi mas, saya kan turun di Citayam, kerja di Cikini, jadi tiap padi dan sore harus berangkat pake kereta, kalo pake bus pasti terlambat, pake motor kejauhan jadi pasrah aja dari pada telat trus di kasih SP-1 (Surat Peringatan-red),”

Sementara komentar Dita yang pernah jalan-jalan ke luar negeri beda lagi “seharusnya dengan penumpang se-rame ini terutama pada jam kerja dan jam pulang kerja PT. KAI memakai kereta bertingkat seperti di Eropa, jadi kapasitas angkutnya juga lebih banyak, tapi mungkin perbaikan rel harus dilakukan terlebih dahulu kali yaa,”tuturnya agak pesimis.

Tersiar kabar minggu lalu seorang bule wanita asal Inggris sempat pingsan dalam KRL kabarnya dia tak kuat kepanasan, ya maklum saja, panas didalam KRL bukan karena matahari, tetapi pengap sesak karena AC tak memadaitau mungkin mati karena padatnya penumpang. Soal penularan penyakit? Jangan tanya, jarak kita dengan penumpang lain sangat dekat dan siapkan mental dan fisik sebelum naik KRL Jabodetabek...... (fay)

Sabtu, 07 September 2013

Ferry 'HD' Maryadi “lecet biasa, semua kesenangan ada risiko"

Proseleb.com – Semua orang pasti tahu tentang motor besar Harley Davidson, hampir semua kalangan mulai dari clerk hingga pengusaha pasti tahu atau minimal pernah mendengar tentang motor bongsor bertenaga besar pabrikan negara Paman Sam ini.

Di Indonesia, ternyata banyak selebriti yang menjadi penggemarnya, mereka berasal dari kalangan dunia hiburan. Seperti Adi Nugroho (Presenter), Edwin (Pelawak, MC, Super Bedjo), Ferry Maryadi (Pelawak), Teuku Ryan (Aktor), Rio Febrian (Penyanyi), Aline Adita (Model), Tukul Arwana (Pelawak, Presenter) dan Indro Warkop (Pelawak Senior), bahkan Pelawak Mandra pernah memiliki beberapa motor dan menghasilkan sitkom Mandragate kala itu

Pengalaman mereka dalam mengendarai Harley pun bermacam-macam, misalnya saja Ferry Maryadi, begitu senangnya dia berkendara, sudah sejak SD sudah sering naik moge. Ketika itu Ferry Maryadi biasa mengendarai BMW R27 1954. ”Makanya, sudah begitu akrab dengan motor. Bahkan sudah mendarah daging,” kenangnya. Kegemarannya berlanjut hingga kini, motor lawas seperti BSA 1965 dan Norton 500 1956, Harley-Davidson Sportster 1974 dan WLC 750 1941 serta Suzuki TS 1994 pernah jadi penghuni garasi rumahnya.

Kecelakan berkendara? tentu saja pernah dialaminya bahkan beberapa kali kecelakaan itu hampir merenggut nyawanya, tetapi dirinya tetap tidak kapok. Pengalaman mengerikan yang dialaminya adalah, saat kepalanya nyangkut di gardan angkot. “Itu pengalaman turing 1999. Dan waktu itu mau ke Pangandaran,”kenangnya.


Pengalaman lainya adalah saat turing, di Parung -Bogor, rider lainnya memacu motornya dan  ngebut. “Nggak tahu kenapa, tiba-tiba motor nyangkut di truk. Saya terseret ratusan meter. Untung nggak papa dan cuma terkilir,” kenang Ferry

Akan tetapi menurut Ferry kepuasan berkendara tetaplah hal yang menjadi motivasi saat inginberkendara  “Lecet biasa, semua kesenangan ada risiko. Yang penting meminimalkan faktor celaka itu. Patuhi peraturan dan tetap safety riding,”sarannya sembari menutup pembicaraan. (azy)

Organik Lifestyle, pola Hidup Selaras Alam

Proseleb.com – Pola hidup sehat melalui konsumsi makanan non toxic saat ini semakin berkembang dimasyarakat. Tak hanya orang dewasa yang menghindari makanan yang dianggap membahayakan kesehatan, trend ini sudah merambah kalangan ibu-ibu rumah tangga. Hal ini paling tidak terlihat pola konsumen balita yang diberikan oleh mereka yang berupa makanan balita organik.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Komunitas Organik Indonesia (KOI) Ir. Christoper Emille sebagaimana dituturkan kepada Proseleb.com. Ia mengatakan menegaskan bahwa tingkat konsumsi pangan organik semakin dicari karena semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini menurutnya beberapa usaha menyebarluaskan pola Hidup Selaras Alam terus dilancarkan oleh KOI sebagaimana dituturkannya

“KOI melakukan sosialisasi dan edukasi melalui Monthly Gathering, BiMonthly Food Festival, Annual Expo, dan berbagai partisipasi dalam Bazaar. KOI juga membangun Gerai Hijau sebagai Etalase dan Pintu Masuk yang menghubungkan Produsen, Petani, & Artisan dengan Konsumen,”tuturnya

Selain aktifitas sosialisasi, KOI juga mengadakan usaha pengenalan produk Organik pada masyarakat dan menurut informasi dari yang disampaikan oleh ketua KOI, organisasinya akan mengadakan Expo terkait pola organik


“Dalam waktu dekat KOI akan mengadakan Organic, Green & Healthy Expo ke-3, yang mengedukasi lebih, mengkampanyekan lebih, dan mempromosikan lebih, potensi kekayaan Indonesia yang sesungguhnya. Organik, Sehat & Ramah Lingkungan,”terangnya

Menurut KOI hambatan terbesar dalam memperkenalkan pola hidup organik bukan berasal dari faktor ekonomi, akan tetapi dari ketidaktahuan yang mengarah pada ketidak percayaan masyarakat terhadap pola Hidup Selaras Alam. (azy)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/pola-hidup-organik-lebih-sehat-tanpa.html

Tak Hanya Miss World, Kita Juga Punya World Muslimah 2013

Proseleb.com - Bulan September 2013 akan menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia. Ketika negara berpopulasi muslim terbesar didunia ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan pemilihan Miss World 2013, selang 10 hari sebelumnya atau tepatnya pada 18 September 2013 Grand Final Pemilihan Duta Muslimah Mancanegara “3rd Annual Award World Muslimah 2013” juga digelar di Jakarta.

Bedanya, World Muslimah merupakan ajang kompetisi made in Indonesia untuk dunia serta diikuti oleh remaja muslimah mancanegara yang telah berhijab, berusia 18-27 tahun, pandai mengaji Al Qur’an dan berprestasi di bidang akademik, olahraga atau seni dan budaya. “Ini saatnya kami menyampaikan citra positif tentang Islam, serta menunjukkan prestasi para wanita berhijab dimata dunia” tulis Ainee Fatima, peserta asal Illinois USA di microsite resmi World Muslimah http://kom.ps/worldmoslimah.

Ajang penganugerahan muslimah berprestasi yang digagas World Muslimah Foundation Indonesia ini telah diluncurkan di Jeddah Saudi Arabia pada 30 Mei 2013 dan mendapat respon positif dari para remaja muslimah berhijab mancanegara.

Sejak dibuka pendaftaran  audisi online pada 10 Juni 2013, terdaftar 551 muslimah berhijab dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Bangladesh, Iran, Nigeria, Turki dan Maroko.  Setelah bertanding dalam babak penyisihan, 20 finalis telah terpilih dan siap mengunjungi Jakarta dan Jawa Barat untuk mengikuti serangkaian kegiatan sosial, keagamaan, seni dan budaya.

Dijadwalkan World Muslimah 2013 akan mengikuti kegiatan karantina di kawasan wisata spiritual Masjid As Saadah Lembah Sari Mas dan fun game outbond bersama 100 anak yatim di Ciater Spa Subang Jawa Barat. Mengikuti Hijabers Fun Walk di Car Free Day Sudirman bersama kaum hijabers se Jabodetabek serta mengikuti workshop kepribadian dan pembentukan karakter Islami dari para tokoh ulama dan pakar syariah.

Malam penobatan World Muslimah 2013 akan digelar pada tanggal 18 September di Balai Sarbini dan disiarkan secara langsung di ANTV pukul 19,30 selama 120 menit. 
Penganugerahan Penghargaan World Muslimah 2013 diselenggarakan dalam rangka penggalangan dana peduli Muslimah Indonesia dan mancanegara yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian semua pihak untuk diberikan pendidikan layak, pemberdayaan dan penghargaan untuk generasi unggul serta kualitas hidup lebih baik. (baz)

Kamis, 05 September 2013

Keakraban dan Solidaritas Sosial Para MAMA MBR

Proseleb.com – Diantara suguhan kekerasan didalam keluarga atau pertikaian antar tetangga yang tak kunjung damai dari sinetron yang menyeruak diruang pribadi kita di rumah, kita sehari-hari juga disuguhi pemandangan tak menentramkan seperti debat para politisi mencari pembenaran atas kelakuan masing-masing, ternyata masih ada komunitas yang tak terpengaruhi oleh sajian tersebut.

Kelompok “Mama MBR” demikian sekumpulan ibu-ibu itu menyebut diri. Mereka adalah sekumpulan ibu yang tinggal sebuah perumahan di wilayah Bogor Timur, mayoritas usai mereka berkisar antara 22-37 tahun. Kelompok Mama, sebagaimana kelompok lainnya terbentuk sebagai hasil interaksi melalui arisan RT, akan tetapi interaksi diantara mereka semakin mengental dan kohesitas sosial kelompok ini semakin menebal karena mereka seringkali makan siang bersama disalah satu rumah tetangga manakala mereka kehilangan nafsu makan dan uniknya setiap orang tak dibebani jenis masakan, melainkan cukup membawa apa yang ada dirumah untuk kemudian digabung dengan masakan lain dan dimakan bersama, termasuk memberi makan anak manakala sang suami bekerja.

Solidaritas antar sesama mereka terbukti sangat kuat, lihat saja manakala Tania salah satu anggotanya melahirkan anak pertama, mereka standy by sejak sang ibu mulas dan mengantar hingga merundingkan langkah alternatif yang harus diambil. Setelah bayi lahir, Mama Radit pagi-pagi buta datang ke Bidan untuk menjaga ibu dan bayi, Mama Salma sigap membereskan Ari-ari. Sesampai sang bayi dirumah, Mama Lubna segera memasak sayur dan telur untuk ibu menyusui, sementara siang harinya Mama Intan datang membawakan Sop dan Telur untuk makan siang, demikian pula dengan Mama Iki yang datang dengan sayur bayam dan cemilan ditangannya.

Pagi hari selanjutnya Mama Ega mengambil peran memandikan bayi ditemani Mama Lintang, sementara Mama Sari yang hendak berangkat bekerja mengecek peralatan apa saja yang masih diperlukan unutk ibu dan bayi, menyusul Mama Anes yang memberikan popok, dot dan box bayi untuk dipakai oleh sang new comer.

Begitulah, disiang hari para Mama bergantian datang membantu, tak hanya membawa cemilan bergizi untuk sang ibu, mereka juga sigap mengganti popok saat sang bayi pipis atau pup.

Tak hanya peduli pada soal kelahiran, Mama MBR juga kelompok yang mengagas acara tujuh belasan di perumahan ini, permainan anak, futsal para ayah hingga Organ Tunggal dan hadiah pemenang permainan mereka sponsori untuk memeriahkan acara kemerdekaan dan menyenangkan anak-anak dan warga disekitarnya

“ ya....memang luar biasa ibu-ibu disini, mereka sangat kompak dan penuh inisiatif, saya selaku RT tinggal membantu dan memfasilitasi saja” terang Makmur Ginting ketua RT.

Kebiasan positif para Mama MBR memang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat luas, dengan mengesampingkan dan meminimalisir perbedaan dan menghindari omongan negatif tentang orang lain dan saling membantu maka masyarakat yang damai akan terwujud. (zMan)

berita terkait http://www.proseleb.com/2013/08/17-agustusan-ala-mbr-community.html

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pola Hidup Organik, Lebih Sehat Tanpa Racun

Proseleb.com – Pernahkah kita sadari bahwa hampir setiap hari kita memasukkan racun kedalam tubuh kita? Mengerikan bukan? Proseleb minggu ini menyempatkan diri mewawancarai praktisi Organik Indonesia dan Ketua Komunitas Organik Ir. Christopher Emille Jayanata berbaik hati menjelaskan kepada kita tentang gaya hidup organik

“Bila kita melanjutkan gaya hidup yang tidak organik, bangsa kita dan keturunan-keturunannya akan terpapar bahan-bahan kimia tinggi sejak dari penanaman, panen, hingga pengolahannya. Racun yang masuk kedalam tubuh sudah semakin tinggi yang mengakibatkan penurunan kualitas manusia, sehingga masyarakat semakin terbelakang dan kasus penyakit mematikan dan penyakit syarat semakin meningkat” paparnya tentang mengapa kita harus go organik

“Saat ini organik bukan lagi sebagai trend, tapi sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Ini akibat semakin banyak anak-anak dan dewas yang menderita penyakit yang diakibatkan oleh toxic (racun –red) yang tinggi dari kontaminasi bahan kimia pada makanan dan consumer goods lainnya, ditambah dengan teknologi informasi yang membuat orang semakin mudah memperoleh informasi, gaya hidup organik menjadi satu-satuya pilihan mereka yang sudah menderita dan bagi mereka yang menolak untuk menjadi korban berikutnya”tambahnya

Mengembangkan pola hidup organik ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, disamping faktor ekonomi, faktor penampilan dan bentuk bahan organik, ada hal lain yang merupakan hambatan dalam menyebarluaskan pola hidup sehat ini

 “Hambatan terbesar adalah ketidaktahuan yang mengarah pada ketidakpercayaan dan berujung pada ketidakpedulian masyarakat terhadap pola Hidup Selaras Alam ini. Belum lagi tidak adanya dukungan dari pemerintah ataupun swasta besar karena gerakan selaras alam ini benar-benar mengembalikan kemakmuran pada masyarakat kecil, buka kapitalism, bukan industrialisasi.”

Akan tetapi kampanye pola hidup organik bukan tak menampakkan kemajuan, karena saat ini tingkat konsumsi pangan organik semakin dicari karena semakin dibutuhkan oleh masyarakat. (azy)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Berawal dari hoby lahirkan Motor Lawas, Tenaga Beringas

Proseleb.com – melihat gambar motor yang ada dikomputer anda, mungkin anda berfikir bahwa motor tersebut adalah motor kuno dan langka, paling tidak keluaran tahun 60an...anda tidak sepenuhnya salah, karena yang anda lihat adalah Honda Dream 305. Akan tetapi Honda Dream yang anda lihat sebenarnya tidak setua yang anda bayangkan, akan tetapi modifikasi tangan terampil bengkel modifikasi.

Menurut keterangan Andre, pemilik motor tersebut, sebenarnya motornya adalah Honda Tiger besutan tahun 2001, akan tetapi karena dilema membeli motor lawas dengan harga tinggi atau mengubah tampilan motornya, maka dibawalah Tigernya ke bengkel modifikasi milik temannya. Perlu waktu riset cukup lama sebelum ia menentukan Dream 305 sebagai pilihan modifikasinya, alhasil Andre harus mengganti chasis tigernya dengan Honda CB dan memesan tanki bensin sesuai bentuk orisinal dan berburu aksesoris agar motornya terlihat sesuai dengan bentuk aslinya

“Motivasi saya merubah motor sebetulnya karena hobby sih, juga karena pertimbangan daripada Tiger saya dijual dengan harga murah, lebih baik sekalian aja di modifikasi, hasilnya sesuai dengan keinginan” terang Andre

Menurut Andre, biaya yang dihabiskan untuk megganti penampilan motornya tidak terlalu mahal “sekitar 4,5 juta” ujarnya dan saat ini Andre tetap mencari beberapa aksesories agar motornya tampak sempurna.

Pilihan Andre untuk membuat motornya menjadi menjadi motor bergaya Retro, Dream 305 adalah karena motor Tigernya memiliki kapasaitas tenaga yang cukup besar, jadi dengan mesin 200 cc yang diusung oleh motor ‘lawas baru’ nya Andre bisa melibas jalur Bintaro – Bogor hanya dalam waktu 1 jam.!


Saat ini,ditengah gempuran berbagai jenis motor dengan kapasitas tenaga mulai dari 100 – 1000an cc ditambah dengankemudahan memiliki melalui sistem kredit dengan uang muka rendah, kelompok atau individu yang ingin tampil eksklusif dengan tunggangannya tetap ada, tak heran jika saat berada di jalan raya kita menemui motor bergaya Cafe Racer, Bratstyle, Japstyle besutan lama berlari lebih kencang dari pada street fighter yang kita kendarai, mungkin saja motor tersebut sama dengan motor Andre yang tampil lawas dengan kemampuan mesin yang sama atau mungkin lebih besar kapasitasnya daripada tunggangan kita. (azy)

cerita soal gaya hidup lainnya...http://www.proseleb.com/2013/08/gadget-kini-dalam-genggaman-pedagang.html

Selasa, 20 Agustus 2013

Gadget, kini dalam genggaman pedagang sayur...

Gadget saat ini bukan lagi barang mahal yang hanya bisa dimiliki kalangan bisnis bermodal besar atau eksekutif yang memang sehari-hari memantau pergerakan saham melalui jaringan internet.
Penetrasi pasar yang dilakukan oleh banyak produsen gadget saat ini memungkinkan setiap orang menggenggam alat canggih tersebut, soal harga memang tergantung merek, akan tetapi fungsi tetap sama, yaitu melakukan kontak melalui sosial media yang saat ini amat sangat akrab dengan keseharian masyarakat.

Tengok saja, saat ini Rina pedagang sayur bermotor yang setiap hari keluar masuk komplek sebuah  perumahan sederhana sangat lincah menggunakan gadget miliknya, peralatan komunikasi canggih berwarna putih berukuran 5 inchi tersebut menurutnya sangat membantu melayani pembeli

“ya beginilah mas, sekarang pembeli suka pesan terlebih dahulu, kadang mereka minta brokoli, daun singkong, kangkung, kadang minta iga sapi, ada juga yang minta ikan laut jenis tertentu...jadi buat saya ini sangat membantu karena mereka pasti beli pesenannya itu” tuturnya ramah

“kadang mereka pesan lewat sms, tapi banyak juga yang pesan lewat Facebook mas, sering juga sih saya lagi melayani pembeli mereka kirim pesan atau tanya sayur ini ada gak? Sayur itu ada nggak..kalo ada ya mereka akan nunggu didepan rumahnya, tinggal sebut blok nya aja, nanti saya samperin” katanya menambahkan

Kemudahan berhubungan melalui gadget tersebut juga dimuluskan oleh provider komunikasi, saat ini banyak provider yang menawarkan paket internet murah yang bisa dibeli harian atau langganan tergantung budget komunikasi individu perbulan,  jadi jangan sombong  lagi menggenggam gadget karena semua orang kini  bisa memilikinya. (loi)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More